Share

Bab 26

Author: Lyla Veil
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-09 00:28:12

Keesokan harinya, aku pun berakting sakit perut supaya Bara mau mengantarkanku ke puskesmas.

“Kamu makan apa sampai sakit perut begitu?” tanya Bara. Aku tidak tahu dia benar-benar cemas atau hanya sekadar bertanya, tapi suaranya terdengar lebih dalam dari biasanya.

“Nggak tahu, Mas. Ini sakit banget. Tolong antar aku ke puskesmas,” pintaku sambil meringkuk di ranjang. Aku terus memegangi perutku yang sebenarnya tidak sakit sama sekali, berusaha meyakinkannya dengan raut wajah seolah sedang mena
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 183

    Jemari Mas Bara yang berada dalam genggamanku terasa hangat. Setiap hembusan napas yang dibantu oleh deru mesin ventilator membuat dadanya naik turun secara perlahan. Dadanya kini terbebat ketat oleh perban putih tebal, menyembunyikan luka tembakan tembus yang hampir saja mencabut nyawanya.Aku mendekatkan wajahku ke telinganya, berbisik dengan suara lirih yang tertahan oleh isak tangis."Mas... ini aku, Silvia. Jangan menyerah ya, Mas. Aku di sini, anak kita juga di sini..." Tanganku yang bebas memandu telapak tangannya yang lemas untuk menyentuh perutku yang mulai membuncit. "Dia tumbuh sehat di dalam sini, Mas. Dia butuh Ayahnya. Aku butuh suamiku.”Kelingkingku menaut di kelingking Mas Bara. Ia tetap tidak bereaksi.“Mas... janji ya lihat anak kita lahir?”Layar monitor di samping bangsal berbunyi bip... bip... bip... dengan irama yang konstan. Tidak ada gerakan dari kelopak matanya, tidak

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 182

    Perintahku untuk membawa Nyonya Rika ke psikiater membuat suasana ruang duka semakin memprihatinkan. Dua orang pengawal bertubuh tegap langsung melangkah maju, memegangi kedua lengan Nyonya Rika yang masih terduduk di marmer."Lepas! Jangan sentuh saya! Saya tidak gila! Silvia, pelayan sialan!" jerit Nyonya Rika makin histeris. Suaranya melengking parau, memantul di dinding-dinding tinggi persemayaman saat tubuhnya yang terus meronta diseret keluar oleh para pengawal.Salma hanya bisa menatap kepindahan mertuanya itu dengan tubuh gemetar hebat. Ia makin menyusut di sofa, tak berani menatap mataku lagi. Keberanian dan keangkuhan yang selama ini disandangnya runtuh total ketika menyadari bahwa di bawah otoritas baruku, tidak ada lagi ruang untuk manuver licik.Kayla melangkah mendekatiku seraya memegang cangkir teh hangat, menyerahkannya padaku dengan senyum tenang."Minumlah sedikit, Nyonya Silvia. Anda butuh tenag

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 181

    Salma bersandar pasrah pada sandaran sofa, napasnya memburu cepat seraya kedua tangannya gemetar menutupi wajah. Sorot matanya yang biasa dipenuhi keangkuhan kini redup oleh keputusasaan. Semua janji manis, posisi menantu kebanggaan, hingga status sebagai calon ibu dari pewaris tunggal Ananta Group yang selalu dibanggakannya di hadapan publik hancur berantakan dalam sekejap.Di sebelahnya, Nyonya Rika benar-benar hilang kendali. Topeng keibuannya yang selama ini tampak anggun, santun, dan beradab runtuh total tanpa sisa. Wajah cantiknya memerah padam, urat-urat di lehernya menegang saat ia melompat berdiri dari duduknya."Tidak! Ini pasti kebohongan!" jerit Nyonya Rika melengking, memecah kesunyian ruang persemayaman. Rambut sanggulnya yang rapi mulai terurai berantakan karena ia acak-acak sendiri dalam keputusasaan. "Pengacara disuap! Kamu pasti sudah bekerja sama dengan pelayan busuk ini untuk mencuri aset Ananta Group!"

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 180

    Suasana di rumah duka Mansion Ananta berubah menjadi begitu kelam dan mencekam. Kain hitam membentang di sepanjang pilar-pilar megah, sementara karangan bunga belasungkawa berukuran raksasa terus berdatangan menutupi seluruh halaman depan. Semua anggota keluarga besar Ananta, kerabat, hingga relasi bisnis kelas atas hadir mengenakan pakaian serba hitam, berkumpul memberi penghormatan terakhir.Isak tangis memenuhi ruang utama saat peti kayu jati berukir disemayamkan di tengah ruangan. Ibu Diana terduduk lemas di kursi roda dengan wajah pucat tanpa rona, dirangkul erat oleh Yumna yang terus meneteskan air mata.Di sudut lain, ruang duka itu juga memancarkan ketegangan yang pekat. Ibu Rika berdiri bersama Salma dan jajaran keluarga dari para selir Tuan Ananta. Mereka tampil anggun dan penuh percaya diri di hadapan para tamu, seolah-olah tampuk kepemimpinan tertinggi sudah otomatis berada di genggaman mereka.Hanya Kayla, s

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 179

    Pernyataan Ibu Diana melayang di udara ruang tunggu operasi rumah sakit bagaikan petir. Nyonya Salma terpaku, matanya membelalak lebar menatap Ibu Diana, lalu beralih padaku dengan pendar kebingungan yang perlahan berubah menjadi kemarahan membara."Maksud Mama apa?!" jerit Salma tertahan. "Istri pertama?! Perempuan ini cuma pelayan di rumah kita, Ma! Dia ini orang digaji! Kenapa Mama malah mengada-ada di saat Sinyo sedang bertaruh nyawa di dalam?!"Ibu Diana menarik napas panjang, menatap Salma dengan raut kelelahan yang teramat sangat. "Mama tidak mengada-ada, Salma. Mama juga baru tau tadi pagi buta saat situasi Mansion mencekam. Sinyo dan Silvia sudah menikah sah secara hukum dan agama sejak satu tahun yang lalu di desa. Silvia adalah istri pertama Bara.""Bohong! Ini pasti akal-akalan perempuan ini buat menguasai harta Ananta!" Salma membuang kotak emas yang sejak semalam didekapnya. Ia melangkah maju menuding mukak

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 178

    Lampu merah di atas pintu ruang operasi darurat (Emergency Operating Theater) menyala terang. Di dalam sana, tim dokter spesialis tengah bertarung melawan maut untuk menyelamatkan nyawa Mas Bara. Operasi thoracotomy darurat harus segera dilakukan untuk menghentikan pendarahan hebat di rongga dada akibat luka tembak tembus dari dada depan hingga punggung belakangnya.Aku berdiri mematung di dekat jendela kaca lorong, masih mengenakan piyama yang kotor berbercak noda darah kering milik suamiku. Jemariku yang saling bertaut tak berhenti bergetar, sementara air mata terus mengalir tanpa suara.Di sana juga menunggu Ibu Diana, Yumna, Nyonya Salma dan beberapa pengawalnya. Ruang tunggu itu hanya diisi keluarga Ananta saja. Nyonya Salma dan Yumna menggunakan beberap kursi untuk bisa duduk dengan lebih santai. Mengingat traumatis mereka yang sedang mengandung. Ibu Diana juga disediakan kursi yang panjang agar beliau bisa istirahat. Operasi ini akan memakan waktu yang panjang, dan mereka bersi

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 5

    Melihat bibir Eyang mulai membiru, aku berteriak frustrasi, “Kenapa nggak ada rumah sakit dekat sini?!”“Ini bukan kota, Mbak! Minim rumah sakit!" jawab Bara tanpa menoleh, terus memacu Hilux-nya.“Mas, ada kotak P3K?” suaraku mendadak tegas. Bara menunjuk ke bawah kursi depan. Aku merogohnya cepa

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 4

    Aku dan Eyang duduk saling berpegangan tangan. Dengan manja, aku membaringkan kepalaku di bahu Eyang. Sudah lama sekali tidak seperti ini. Aku hanya ingat Eyang Gun samar-samar karena jarang sekali kami bertemu. Pertemuan kami terakhir seingatku saat aku kelas enam sekolah dasar. Tapi kini berada d

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 3

    “Jauh banget ya satu jam itu, kalau di kota satu jam itu dekat...” kataku masih tak percaya jarak satu jam ternyata jauh beneran.“Ya, beda Mbak... satu jam di kota dengan di desa.” Jawabnya, “Mbak dari kota mana?”“Metrojaya, Mas...”“Oh, jauh sekali. Nggak ada bawa koper?” tanya Bara sambil menge

  • Menikahi Tuan Tanah Misterius    Bab 2

    Guncangannya begitu kuat sampai mobil ini terasa hampir terguling. Sebuah raungan mesin diesel yang garang mendekat, lalu cahaya lampu yang menyilaukan menyorot langsung ke dalam kabin, membuat para pria jahil itu silau.“Keluar!” sebuah suara bariton menggelegar di tengah suara mesin yang menderu.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status