"Sa-sa-satria, ka-ka-kamu...." Satria yang mencengkram lengan adiknya, menatap ke arah wanita berpakaian kurang bahan yang menyebutkan namanya dengan kalimat tergagap. Wanita itu adalah Nabila, gadis yang beberapa waktu lalu bertemu dengan Satria di toko buku. Dan, gadis itu juga yang membuat Satria tak jadi mencari buku yang dibutuhkannya untuk bekal kembali kuliah. "Sa-sa-satria, di-di-dia si—" "Dia adik saya," jawab Satria. Memotong cepat kalimat Nabila sebelum sempat di selesaikan. Mendengar jawaban Satria, gadis bermulut bau itu meneguk ludah dengan kasar. Jika tahu remaja dekil itu adalah adik dari Satria, mana mungkin ia akan bersikap kasar dan memakinya."Be-be-beneran dia adik kamu?" tanya Nabila, menunjuk Atika yang nyaris menangis di samping Satria. Satria mengangguk, lalu menatap wajah adiknya yang memerah. "Kamu dipukul, kenapa?" Atika yang ditanya, menggigit bibir dan menggeleng pelan. Ia menunduk, takut dimarahi oleh abangnya itu. "Tika, Abang tanya sama kamu!
Terakhir Diperbarui : 2026-05-19 Baca selengkapnya