Share

124. PPPN

Author: Callme_Tata
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-19 23:41:12

Jam menunjukkan pada pukul tujuh malam, Rain yang saat ini berada di kediaman utama, tepatnya rumah peninggalan mendiang orang tuanya itu tampak berbaring di atas ranjang king size kamarnya.

Wanita yang saat ini sedang hamil muda itu memegangi ponsel yang layarnya menyala di tangannya. Layar terang benda pipih itu menunjukkan nomer Satria.

"Kemana sih? Kok di telepon jam segini gak diangkat. Apa iya dia udah tidur?" gerutu Rain dengan bibirnya yang maju-maju.

Beberapa hari tak melihat wajah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   264. PPPN

    "[Apartemen Togar kosong. Dan dari hasil pengamatan polisi, apartemen itu baru aja ditinggalkan!]"Degh!Mendengar perkataan Ares, Satria langsung terkejut. Sejak tadi pemuda mantan gigolo privat itu memang menunggu kabar terbaru dari Ares. Namun, bukannya kabar baik yang didapat, justru informasi buruk yang membuat pikirannya kembali dipenuhi kekhawatiran."Om serius?" tanya Satria. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Pemuda itu bertanya kepada Ares yang berada di ujung telepon. Keningnya berkerut, membuat kedua alisnya bertautan. Sedangkan wajah tampannya kini memerah seperti tomat masak yang hampir busuk. Ada rasa kesal sekaligus cemas yang bercampur menjadi satu di dalam hatinya saat ini. Helaan napas berat Ares terdengar dari seberang telepon, menunjukan jika saat ini Ares tidak puas dengan informasi yang diapatnya dari orang dalam kantor polisi. "[Iya. Dan sekarang polisi lagi berupaya mencari pria itu sampai ketemu!]"Satria terdiam sejenak. Rahangny

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   263. PPPN

    Togar, anak buah Tuan Seno yang menyadari jika saat ini petugas kepolisian sedang mencarinya dan melakukan penyelidikan, tampak sedang bersiap-siap untuk meninggalkan apartemennya."Aku harus bergerak cepat sebelum para polisi sialan itu datang ke tempat ini," kata Togar sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket kulit yang dipakainya.Pria tiga puluh lima tahun itu keluar dari apartemennya dengan terburu-buru tanpa membawa apa pun, kecuali ponsel dan seluruh uang yang dimilikinya. Ia bahkan tidak sempat memikirkan barang-barang lain yang tertinggal di dalam apartemen. Yang ada di kepalanya saat ini hanya satu, yaitu bagaimana caranya agar bisa lolos dari kejaran polisi.Namun, saat akan menuju lift, langkah Togar mendadak terhenti. Dari kejauhan, ia melihat dua orang petugas polisi tanpa seragam yang sedang berjalan menuju ke arahnya."Sial! Kenapa mereka datang secepat ini?" kata Togar. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh.Meskipun tidak memakai seragam tu

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   262. PPPN

    Jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Nabila yang sudah beberapa kali dipanggil oleh pelayan untuk makan malam, akhirnya beranjak dari duduknya dan turun dari atas ranjang. Dengan langkah gontai, gadis binal itu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Tubuhnya terasa lemas dan tatapannya sedikit sayu. Sesekali, ia menghela napas pelan karena tubuhnya masih terasa tidak nyaman setelah kejadian yang berlangsung beberapa jam sebelumnya. Tiba di lantai bawah, Nabila langsung menuju dapur. Menghampiri Diana dan Tuan Seno yang sudah menunggunya sejak tadi di meja makan. "Ma, Pa, maaf ya udah bikin kalian nungguin," kata Nabila. Suaranya serak dan pelan, menunjukkan jika ia sedang tidak baik-baik saja. Mendengar suara serak Nabila, Diana langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah sumber suara. Wanita itu bahkan sempat menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil makanan. Begitu melihat raut wajah Nabila dan juga pakaian yang dikenakannya, Diana spontan menge

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   261. PPPN

    Ares yang baru saja pulang dari kantor polisi, mendaratkan bokongnya di salah satu sofa kosong. Pria kaku itu menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan kasar melalui mulut.Melihat reaksi yang ditunjukkan Ares, Satria dan Tuan Arya saling melempar pandang. Lalu, keduanya menatap pria kaku itu bersamaan, seolah menunggu kabar yang baru saja dibawanya dari kantor polisi."Gimana, Om? Apa tahanan itu udah ngaku?" Satria yang duduk di samping papanya melayangkan pertanyaan pada Ares.Pemuda mantan gigolo privat itu penasaran dengan perkembangan penyidikan kasus kematian Pak Hendra. Sejak mengetahui ada orang yang menjadi dalang di balik kematian pria paruh baya tersebut, pikirannya terus dipenuhi berbagai kemungkinan.Ares kembali menghela napas kasar. "Hmm, dia udah mengaku. Katanya, yang nyuruh dia dan kedua temannya buat menghabisi Hendra adalah teman Hendra sendiri yang pernah datang ke rumah tahanan dan membesuknya!"Mendengar penjelasan Ares, Satria mengepalkan kedua tang

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   260. PPPN

    Penyidikan kasus kematian Pak Hendra yang menjadi korban penganiayaan di penjara masih terus berlanjut.Seminggu lebih berlangsung, akhirnya polisi berhasil mengamankan beberapa orang pelaku yang menjadi pelaku penganiayaan dan juga penyebab kematian pria paruh baya tersebut.Dan setelah diinterogasi, salah satu tahanan itu mengaku jika ia dan teman-temannya diperintah oleh seseorang.Brak!"Jangan bohong. Katakan semuanya dengan jujur jika tidak ingin hukuman kalian diperberat!"Gebrakan meja yang diiringi bentakan petugas polisi itu seketika membuat tahanan yang sedang diinterogasi tersebut terperanjat kaget."Sumpah, Pak. Saya gak bohong! Laki-laki yang membayar kami adalah orang yang waktu itu datang membesuk Hendra. Dia menjanjikan banyak uang dan akan menjamin kehidupan keluarga kami di luaran sana kalau kami bersedia menghabisi Hendra!""Betul, Pak. Kalau Bapak gak percaya, kami punya buktinya!"---"Emphhh... pelan-pelan, Om. Ouch...."Nabila yang saat ini berada di bawah kung

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   259. PPPN

    "Om mau ngapain? Kenapa tangannya dimasuki ke punyaku?!" Merasa geli dibagian paha dan apem tembemnya, Nabila yang sedang tidur siang itu pun membuka matanya. Alangkah terkejutnya gadis itu saat melihat Tuan Seno berada di bawah selangkangannya. Pria paruh baya yang rambutnya sudah mulai ditumbuhi uban itu sedang mengendus-endus area sensitifnya. Bahkan, jarinya sudah masuk ke dalam hotpants nya dan menyentuh bibir apem tembemnya. Spontan, gadis itu menjerit lantaran kaget setengah mati. Namun, dengan cepat Tuan Seno menindih tubuhnya dan membekap mulutnya. "Hust... jangan teriak Nabila, nanti ada yang denger," kata Tuan Seno dengan suara tertahan dan deru napas memburu. Nabila yang semula terkejut, menganggukkan kepalanya. Sedangkan sepasang matanya menatap wajah Tuan Seno tanpa berkedip. "Jangan teriak, oke?" lanjut Tuan Seno dan kembali diangguki kepala oleh Nabila. Setelah memastikan Nabila tidak berteriak dan memberontak, barulah Tuan Seno melepaskan bekapan tangannya dari

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   92. PPPN

    "Maaf, saya lupa ada urusan yang belum diselesain, permisi!"Tak ingin berdekatan lama-lama dengan wanita asing yang dapat membuatnya kehilangan akal sehat sebagai mantan pria pemuas, buru-buru Satria keluar dari toko buku tanpa mendapatkan apapun. Pemuda perkasa itu berlari menuju parkiran dan me

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   64. PPPN

    Setelah makan siang bersama di restoran, Rain dan Satria pun kembali ke apartemen. Di sepanjang perjalanan, keduanya tak hentinya mengobrol. Bahkan obrolan mereka kali ini terlihat begitu serius. "Tolong jangan lagi, udah terlalu banyak uang yang udah kamu habisin buat!" "Aku aja gak pernah per

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   36. PPPN

    "Yuk, Sayang. Aku udah selesai!" Melati yang kembali dari toilet, menghampiri Andrean dan menggandeng tangannya. Tak sadar, jika Andrean sedang bertengkar dengan Satria dan Rain. Di gandeng tangannya oleh Melati, Andrean yang merasa malu, segera menarik dan menepisnya.Wajahnya yang memerah, kini

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   5. PPPN

    "Lakukan apa saja yang kamu inginkan, Satria. Buat saya senang malam ini dan juga hamil secepatnya!" Gluk! Satria meneguk ludah. Permintaan Rain membuatnya semakin gugup. Batinnya, apa yang sebenarnya diinginkan oleh wanita itu? Kenapa minta dihamili oleh pria bayaran sepertinya? Kenapa tidak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status