Di atas ranjang besar itu, Arthur melanjutkan dominasinya tanpa ampun, menjelajahi setiap jengkal kulit polos Helena dengan kebuasan yang menuntut penyatuan mutlak.Bibirnya kembali mengunci bibir Helena dalam ciuman panas yang menuntut, menghisap sisa napas gadis itu hingga Helena hanya bisa membalas dengan cengkeraman erat pada bahu kekar sang Duke."Arthur... mmmph... ahh," desah Helena saat ciuman mereka terlepas sejenak, membiarkan benang saliva halus terputus di antara bibir mereka yang basah.Arthur tidak memberikan waktu bagi Helena untuk menghirup udara. Dia menurunkan kecupannya ke dagu, lalu memberikan hisapan intens pada leher dan ceruk dada Helena, meninggalkan jejak kemerahan yang membakar.Tangannya yang besar mencengkeram pinggang Helena, mengangkatnya sedikit untuk memberikan sudut penetrasi yang jauh lebih dalam dan brutal."Kau membuatku gila, Helena. Katakan bahwa kau hanya milikku," geram Arthur, suaranya parau dan bergetar hebat di atas dada Helena."Akh! Ya... a
Read more