Pria bertato mawar itu melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. Estela mundur selangkah, punggungnya menabrak pintu kaca kafe yang dingin. "Aku bisa pulang sendiri," suara Estela bergetar, namun ia berusaha keras menjaga dagunya tetap tegak. Pria itu terkekeh pelan, suara serak yang membuat bulu kuduk berdiri. "Edward Sebastian memang hebat dalam menyembunyikan berlian, tapi dia lupa kalau berlian yang terlalu terang akan selalu mengundang pencuri. Map itu, Nyonya... berikan padaku, dan Anda bisa pulang dengan kaki yang masih utuh." ucapnya mengancam Estela melirik ke ujung jalan. Sirine itu terdengar makin nyaring, membelah keheningan malam. Jika itu polisi, ia selamat. Jika itu orang-orang Edward, ia akan kembali ke 'sel isolasi' mewahnya. Namun, jika pria di depannya ini bergerak lebih cepat, semua usahanya akan musnah. Alih-alih menyerahkan map itu, Estela justru menarik napas panjang. Ia memutar otak, mencari celah. Matanya menangkap sebuah motor pengantar makan
続きを読む