Pintu berat ruang kerja kembali diketuk dengan pola ketukan militer yang khas. Setelah mendapat anggukan dari Lucien, Harry membuka selot besi dan mengizinkan sosok bertubuh tegap dengan seragam militer barak Silverstone melangkah masuk.Mayor Silas Thorne, dengan beberapa bercak lumpur kering di ujung sepatu botnya, segera mengambil posisi siap, menegakkan punggungnya, dan menunduk hormat dengan takzim di hadapan sang Duke."Selamat pagi, Yang Mulia Duke Lucien," sapa Silas penuh hormat.Lucien tidak membuang waktu untuk basa-basi diplomatik. Ia pun melangkah mendekati meja marmer, menatap tajam ke arah mata elang milik komandan batalion kepercayaannya itu."Tegakkan tubuhmu, Silas," perintah Lucien, suaranya baritonnya mengalun rendah namun sarat akan tuntutan taktis."Katakan padaku tanpa ada yang ditutupi. Apa saja yang kau dapatkan dari jaringan intelijen barak luar, selain fakta bahwa Albert dan Raja gila itu ingin menggulingkanku dengan cara menangkap Sienna?"Silas Thorne mene
Baca selengkapnya