Keheningan yang mencekam menyelimuti kamar utama klan Blackwood, hanya diinterupsi oleh kertak kayu pinus yang terbakar di dalam perapian. Di bawah temaram pendar lampu minyak karbida yang bergoyang pelan, atmosfer kamar terasa begitu sarat akan beban emosional yang pekat.Kemarahan Sienna yang semula berkobar bagai api perang, mendadak membeku, lalu mencair sepenuhnya melihat sang Serigala Utara berlutut pasrah dengan tubuh yang bergetar di pangkuannya.Sienna perlahan menurunkan jemarinya, menyusup di antara helaian rambut perak Lucien yang biasanya tertata rapi namun kini berantakan. Ia bisa merasakan kehangatan napas Lucien yang memburu di balik lipatan sutra jubah tidurnya."Lucien... tatap aku," bisik Sienna, suaranya melunak, kehilangan seluruh ketajaman hukumnya.Dengan perlahan, Lucien mengangkat kepalanya. Sepasang mata kelabu yang biasanya memancarkan kilat intimidasi militer yang mematikan, kini tampak begitu rapuh, diselimuti oleh kabut luka lama yang teramat kelam.Topen
Read more