Sienna menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman posesif tangan Lucien yang terasa begitu mencengkeram. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini meluncur membasahi pipi, memantulkan kilatan cahaya lilin di atas meja kerja."Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri, Lucien?!" pekik Sienna, suaranya melengking memecah kesunyian ruang kerja yang pengap."Kau tidak sedang menghadapi sekumpulan penyamun perbatasan, kau sedang menantang seluruh mahkota! Kau akan kehilangan segalanya, gelarmu, industrimu, pasukanmu, bahkan seluruh kehormatan dinasti Blackwood yang kau banggakan ini akan lenyap jika kau bersikeras membawaku ke altar pernikahan itu!"Lucien tidak bergeming setapak pun. Sebaliknya, rahangnya justru semakin mengetat, memancarkan keangkuhan absolut seorang penguasa tanah Utara yang tidak pernah tunduk pada takdir mana pun."Aku tidak peduli, Sienna! Dan catat kataku, aku tidak akan kehilangan apa pun!" balas Lucien, suaranya baritonnya menggel
Read more