Compartilhar

8

last update Data de publicação: 2026-03-30 10:00:22

Pagi datang lebih cepat dari yang Naura harapkan.

Ia terbangun karena aroma bawang goreng dan nasi hangat yang mengepul dari dapur. Sejenak ia lupa semuanya tidak ada Farhan, tidak ada Nadya, tidak ada kata kasihan.

Hanya ia dan rumah kecil tempat ia tumbuh.

Ia menoleh. Ibunya sudah tidak di sampingnya.

Naura bangkit, merapikan rambut seadanya, lalu melangkah ke dapur.

Ibunya sedang menggoreng telur.

“Kamu bangun juga,” ucapnya ringan, seolah malam tadi tak ada air mata.

Naura mem
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   Bab 11 goyah

    Naura pikir, setelah satu minggu memberikan kesempatan kedua untuk Farhan dan diizinkan kembali kuliah setelah menjalani pernikahan muda, hidupnya akan sedikit berubah. Selama lima tahun pernikahan mereka, Naura hanya menjadi ibu rumah tangga.Namun, yang ia dapatkan justru pengkhianatan dalam rumah tangga.Sejujurnya, Naura sudah menyerah. Tetapi setelah memikirkannya lagi, ia bertanya pada dirinya sendiri, kenapa tidak mencoba memberikan kesempatan kedua untuk Farhan?Sekarang, Naura melihat Farhan sedang duduk satu meja bersama Nadya, wanita selingkuhannya. Apakah ia terlalu berekspektasi tinggi kepada suaminya itu?"Sayang, kenapa kamu ada di sini? Bagaimana dengan kuliahmu?""Aku baru selesai kelas, dan karena sudah tidak ada mata kuliah lagi, aku ingin me time sebelum pulang ke rumah. Tapi ternyata aku salah, ya." Naura tersenyum tipis."Jangan berpikir macam-macam. Aku dan Nadya sedang meeting proyek kerja sama dengan peru

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   10

    Malam itu, sebelum tidur, Farhan berbisik pelan, “Terima kasih sudah memilih tinggal.” Naura menatapnya dalam gelap. “Aku tidak tinggal,” jawabnya lembut. “Aku memilih. Dan aku akan terus memilih, selama kamu juga begitu.” Sunyi mengisi kamar. Lampu sudah dimatikan. Hanya cahaya tipis dari jendela yang jatuh di dinding. Jarak di antara mereka tidak jauh, tapi juga belum sepenuhnya dekat. Naura menarik napas pelan. “Mas.” “Iya?” “Aku mau bilang sesuatu. Dan aku tidak mau kamu salah paham.” Farhan sedikit menegang. “Apa?” Naura memiringkan tubuhnya, mencoba melihat wajahnya dalam remang. “Aku mau kita pisah kamar dulu.” Kalimat itu jatuh pelan. Tenang. Tanpa emosi berlebih. Namun cukup untuk mengubah udara di antara mereka. Farhan tidak langsung menjawab. “Karena kamu marah?” tanyanya hati-hati. “Bukan.” “Karena kamu belum percaya?” Naura terdiam sejenak. Lalu mengangguk kecil. “Sebagian karena itu. Dan sebagian lagi karena aku ingin kita memban

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   9

    Beberapa hari setelah percakapan itu, Farhan benar - benar menepati ucapannya. Ia mulai terapi sesuai anjuran dokter. Vitamin, perubahan pola makan, berhenti begadang, berhenti merokok diam - diam yang selama ini ia sembunyikan dari Naura. Untuk pertama kalinya, ia tidak melakukannya demi membuktikan diri pada siapa pun melainkan untuk bertanggung jawab. Sementara itu, Naura mengurus pendaftaran kuliahnya. Ia memilih jurusan yang dulu pernah ia tinggalkan demi menikah. Saat mengisi formulir online, tangannya sempat gemetar. Bukan karena ragu pada pilihannya, tapi karena ia sadar ini adalah versi dirinya yang lama tertunda. Malam itu Farhan datang ke rumah ibu Naura. Bukan untuk menjemput. Bukan untuk memaksa pulang. Ia datang untuk berbicara. Dengan sopan. Dengan rendah hati. “Aku ingin minta izin,” katanya pada ibu Naura, “untuk mendukung Naura kuliah lagi. Dan aku ingin memperbaiki diri.” Ibunya menatapnya lama. Tatapan seorang ibu yang sudah melihat banyak jenis l

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   8

    Pagi datang lebih cepat dari yang Naura harapkan. Ia terbangun karena aroma bawang goreng dan nasi hangat yang mengepul dari dapur. Sejenak ia lupa semuanya tidak ada Farhan, tidak ada Nadya, tidak ada kata kasihan. Hanya ia dan rumah kecil tempat ia tumbuh. Ia menoleh. Ibunya sudah tidak di sampingnya. Naura bangkit, merapikan rambut seadanya, lalu melangkah ke dapur. Ibunya sedang menggoreng telur. “Kamu bangun juga,” ucapnya ringan, seolah malam tadi tak ada air mata. Naura memeluknya dari belakang. “Terima kasih, Bu.” “Untuk apa?” “Untuk tidak bertanya terlalu banyak.” Ibunya tersenyum kecil. “Nanti juga kamu akan cerita kalau sudah siap.” Mereka sarapan bersama. Sederhana, hangat. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Ponsel Naura bergetar di atas meja. Nama Farhan muncul lagi. Kali ini disertai beberapa pesan masuk bertubi-tubi. Farhan : Angkat teleponnya. Kita harus bicara. Jangan ke mana - mana dulu. Disusul satu pesan lagi: Ib

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   7 yang tidak bisa lagi di sembunyikan

    “Sebenarnya apa yang ingin Mama bicarakan?” tanya Naura pelan. Diah menatapnya tajam. “Kamu sudah ada tanda - tanda hamil belum?” Pertanyaan itu datang tanpa jeda. Seperti pisau lama yang kembali diputar di luka yang sama. “Belum, Ma.” “Sudah lima tahun, Naura.” Nada suara Diah meninggi. “Anak teman Mama baru menikah setahun sudah hamil. Kamu ini bagaimana?” Naura menarik napas perlahan. “Saya sudah berusaha, Ma. Ke dokter, program, vitamin mungkin memang belum rezekinya.” “Rezeki?” Diah mendengus. “Atau memang ada yang kurang?” Kalimat itu tidak perlu dijelaskan. Arah tuduhannya jelas. --- Naura menunduk sejenak. Lalu, dengan keberanian yang ia kumpulkan sejak pagi, ia berkata pelan, “Ma bolehkah saya bicara jujur tentang Mas Farhan?” Diah langsung menegakkan badan. “Kenapa dengan Farhan?” Naura menatap lurus. “Mungkin Mas Farhan punya wanita lain.” Sunyi. Lalu “Jangan sembarangan menuduh!” bentak Diah. “Putraku tidak mungkin melakukan hal

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   6. Retakan yang tak terlihat

    Tahun pertama pernikahan mereka terasa seperti mimpi. Farhan masih sering pulang tepat waktu. Mereka makan malam bersama, tertawa pada hal-hal sederhana, dan sesekali pergi berlibur singkat ke luar kota. Semua terasa cukup. Semua terasa utuh. Naura berusaha menjadi istri yang sempurna bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan hangat, memastikan rumah selalu rapi sebelum Farhan berangkat kerja. Ia ingin pernikahannya berbeda. Berbeda dari rumah yang dulu ia tinggalkan. Ia ingin kesetiaan yang tidak retak. Memasuki tahun kedua, pertanyaan mulai berdatangan. “Sudah isi belum?” “Lagi program, ya?” “Kapan kami digendong cucu?” Naura hanya tersenyum. Farhan pun masih santai. “Kita nikmati dulu saja,” katanya ringan. Dan Naura percaya waktu akan menjawab semuanya. Namun tahun ketiga datang dengan kenyataan yang lebih dingin. Hasil tes yang selalu negatif. Harapan yang terus dipatahkan pelan-pelan. Naura mulai berjuang sendiri. Rutin ke dokter. Mengh

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status