Share

5. Akar yang retak

last update publish date: 2026-03-30 09:59:40

Naura menatap kosong ke arah jendela.

Pikirannya melayang jauh kembali ke masa ketika semuanya belum serumit ini.

Ke awal.

Ke Farhan.

Ia pertama kali mengenal Farhan saat masih duduk di bangku SMP.

Sore itu, rumahnya lebih ramai dari biasanya.

Aroma teh hangat dan kue buatan ibunya memenuhi ruang tamu.

“Naura, kemari,” panggil ayahnya.

Naura turun dari tangga, lalu berhenti saat melihat tamu yang datang.

Sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki seusianya.

“Ini Om Tomi, Tante Diah, dan anak mereka, Farhan,” ujar ayahnya.

“Minggu depan dia pindah ke sekolahmu.”

Naura tersenyum sopan.

“Salam kenal, Om, Tante.”

Lalu pandangannya jatuh pada Farhan.

Anak laki-laki itu lebih banyak diam.

Wajahnya tenang, tatapannya tajam namun tidak dingin.

“Aku Naura,” katanya sambil tersenyum kecil.

Farhan sempat terdiam sesaat, lalu membalas,

“Farhan.”

Singkat.

Tapi cukup.

Naura tidak tahu, perkenalan sederhana itu akan menjadi awal dari cerita panjang dalam hidupnya.

Cerita tentang cinta dan luka.

Hari pertama Farhan di sekolah langsung menarik perhatian.

Murid pindahan. Wajah tenang. Sikap dewasa.

Saat guru memperkenalkan, bisik-bisik kecil terdengar di seluruh kelas.

Naura hanya mengamati dari bangkunya.

Saat istirahat, ia melihat Farhan duduk sendiri di taman, membuka bekalnya tanpa bicara.

Ada dorongan kecil dalam hatinya.

Ia mendekat.

“Sendirian saja?”

Farhan mendongak, sedikit terkejut.

“Masih belum kenal siapa-siapa.”

Naura langsung duduk di sampingnya.

“Kalau begitu, sekarang kamu kenal aku.”

Farhan tersenyum tipis. “Berarti aku beruntung.”

Sejak hari itu, semuanya terasa mudah.

Mereka pulang bersama.

Belajar bersama.

Tertawa dalam hal - hal kecil yang terasa sederhana, tapi sangatlah berarti.

Sampai suatu sore, saat hujan turun deras.

Mereka terjebak di halte sekolah.

Farhan membuka payung.

“Kamu duluan saja, Ra.”

Naura menggeleng. “Bareng saja.”

Mereka berjalan di bawah satu payung kecil.

Bahu mereka bersentuhan.

Dan jantung Naura berdetak lebih cepat dari biasanya.

Di situlah semuanya berubah.

Namun ada satu hal yang Naura tidak pernah benar - benar pahami.

Farhan dibesarkan dengan sebuah ambisi.

Masa depan.

Status.

Kendali.

Cinta bukan prioritas utama.

Waktu berlalu.

Mereka tumbuh.

Dan perasaan itu ikut tumbuh bersama mereka.

Sampai suatu hari

Semuanya runtuh.

Telepon itu datang di malam hari.

Suara di seberang panik.

Tergesa.

Menghancurkan.

Nama ayahnya disebut.

Noel.

Disebut dalam kasus kematian seorang perempuan.

Dan yang lebih menghancurkan

Perempuan itu adalah kekasih gelapnya.

Naura membeku.

Ponsel terjatuh dari tangannya.

Dunia yang selama ini ia percaya runtuh dalam sekejap.

“Tidak ini tidak mungkin.”

Tangisnya pecah.

Ayahnya bukan seperti itu.

Tidak mungkin.

Tapi berita terus bermunculan.

Bukti semakin kuat.

Dan yang paling menyakitkan

Selama ini ayahnya memiliki kehidupan lain.

Farhan datang malam itu.

Tanpa banyak bicara, ia langsung berlutut di depan Naura yang terisak di lantai.

“Aku di sini,” katanya pelan.

Naura menggenggam tangannya erat.

“Han ini semua bohong, kan?”

Farhan tidak menjawab.

Ia hanya memeluknya.

“Setelah lulus nanti, kita menikah,” ucapnya tegas.

“Aku akan jaga kamu. Selamanya.”

Kalimat itu terdengar seperti penyelamatan.

Seperti tempat berlindung.

Namun Naura perlahan menjauh.

“Kita masih muda.”

“Aku serius,” potong Farhan.

Tatapannya penuh keyakinan.

Dan di saat itu

Naura yang sedang kehilangan pegangan memilih percaya.

Sejak saat itu, hidupnya berubah.

Rumahnya tidak lagi hangat.

Ibunya mengurung diri.

Nama ayahnya menjadi bahan pembicaraan.

Dan di tengah semua itu

Farhan selalu ada.

Selalu.

Sampai suatu malam, Farhan berkata,

“Aku sudah bicara dengan Papaku.”

Naura menoleh. “Tentang kita?”

Farhan mengangguk.

“Aku mau kita menikah setelah lulus.”

Hening.

“Kamu butuh tempat yang aman, Ra. Dan aku bisa kasih itu.”

Kalimat itu terdengar lembut.

Tapi tanpa disadari

Ada sesuatu yang mulai terbentuk.

Ketergantungan.

Pernikahan itu terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.

Banyak yang iri.

Cinta pertama.

Pria mapan.

Hidup terjamin.

Dan di awal

Semua terasa sempurna.

“Aku akan jadi tempat paling aman buat kamu,” bisik Farhan di malam pertama mereka.

Naura percaya.

Sepenuhnya.

Namun perlahan

Hal - hal kecil mulai berubah.

“Pakai yang ini saja, lebih cocok.”

“Banyak teman yang itu kurang baik.”

“Kamu tidak perlu kerja.”

Semuanya terdengar seperti perhatian.

Seperti kasih sayang.

Padahal

Itu adalah kendali.

Dan Naura yang masih lelah oleh luka masa lalu

Mengalah.

Mengikuti.

Tanpa sadar

Dunianya kembali mengecil.

Dari rumah ayahnya.

Ke rumah suaminya.

Naura membuka mata.

Kembali ke masa kini.

Dadanya terasa sesak.

Kini ia mengerti.

Ini bukan pertama kalinya ia hidup dalam kebohongan.

Ia hanya berpindah dari satu luka ke luka lainnya.

Dan kali ini

Ia tidak akan tinggal diam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   138

    Harsa baru saja melangkahkan kakinya keluar dari gedung ketika ponselnya bergetar.Ia melihat layar.Pesan dari Keenan.Keenan:Temui gue ke sasana sekarang. Ada yang ingin gue bicarakan. Sekarang!!!Harsa mengernyit.Ia sebenarnya sudah berjanji akan makan siang bersama Naura.Namun pesan Keenan membuatnya berhenti.Beberapa detik ia menatap layar ponselnya.Kemudian Harsa mengirim pesan kepada Naura.Harsa:Naura, maaf. Aku ada urusan yang harus kuselesaikan. Makan siangnya kita tunda sebentar, ya.Tidak lama kemudian, balasan Naura masuk.Naura:Baik. Selesaikan dulu urusanmu.Harsa memasukkan ponselnya ke saku.Ia kemudian masuk ke mobil dan menuju sasana milik Keenan.---Begitu sampai, Harsa turun dari mobil.Suasana sasana cukup sepi.Beberapa orang yang sedang berlatih berhenti sejenak ketika melihat kedatanganny

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   137

    Tiga hari terasa jauh lebih lama bagi Naura.Padahal sebelumnya ia tidak pernah menghitung berapa lama seseorang pergi.Namun kali ini berbeda.Setiap pagi, tanpa sadar ia membuka ponselnya.Setiap kali ada notifikasi, matanya langsung melihat layar.Dan setiap kali bukan nama Harsa yang muncul, ia kembali meletakkan ponselnya.Naura mulai menyadari bahwa dirinya sedang menunggu.Bukan karena kewajiban.Bukan karena pekerjaan.Tetapi karena ia ingin Harsa kembali.---Pagi itu, Irish masuk ke ruangan Naura sambil membawa dua cangkir kopi.“Aku bawakan kopi.”“Terima kasih.”Irish meletakkan satu cangkir di meja.Kemudian ia memperhatikan Naura.“Kamu masih menunggu?”Naura menatapnya.“Menunggu apa?”“Harsa.”Naura terdiam.Irish tersenyum.“Tidak perlu menyangkal.”“Aku tidak me

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   136

    Pesan itu sudah terkirim.Naura menatap layar ponselnya.Naura:Harsa, kapan kamu pulang?Tidak ada balasan.Satu menit.Lima menit.Sepuluh menit.Naura mencoba meletakkan ponselnya di atas meja.Namun, beberapa detik kemudian tangannya kembali meraihnya.Tidak ada pesan baru.Naura menghela napas.“Kenapa aku menunggu?”Ia menggeleng pelan.Dulu, ia pernah berada di posisi yang sama.Menunggu seseorang membalas pesan.Menunggu seseorang pulang.Menunggu seseorang memilihnya.Dan pengalaman itu membuatnya takut.Tetapi kali ini berbeda.Ia bukan sedang menunggu suaminya.Ia sedang menunggu seseorang yang bahkan belum menjadi apa-apa dalam hidupnya.Namun, kenapa rasanya begitu penting?---Di kamar hotel, ponsel Harsa akhirnya bergetar.Ia melihat layar.Na

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   135

    Sejak kejadian di proyek itu, hubungan Naura dan Harsa perlahan berubah.Tidak ada pertengkaran.Tidak ada kata-kata kasar.Namun, justru karena tidak ada pertengkaran itulah semuanya terasa lebih berat.Harsa yang biasanya mengirim pesan setiap pagi mulai mengurangi kebiasaannya.Tidak ada lagi pesan sederhana seperti menanyakan apakah Naura sudah sarapan.Tidak ada lagi ajakan makan siang secara tiba-tiba.Tidak ada lagi pesan malam yang hanya berisi kalimat sederhana.Aku sedikit memikirkan kamu.Naura menyadari perubahan itu.Awalnya ia mencoba menganggapnya biasa.Mungkin Harsa sedang sibuk.Mungkin ada pekerjaan.Mungkin dirinya terlalu memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.Tetapi hari demi hari berlalu.Dan jarak itu semakin terasa.---Pagi itu Naura duduk di ruangannya sambil membaca laporan.Irish masuk me

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   134

    Keenan melangkahkan kakinya memasuki gedung perkantoran bersama sekretarisnya. Baru beberapa langkah, seorang pria yang terlihat terburu-buru tidak sengaja bersenggolan dengannya.“Maafkan saya, Pak Keenan. Saya sedang terburu-buru.”Keenan menahan langkahnya dan memperhatikan pria tersebut.“Kamu bukannya orang pabrik? Ada masalah?”“Iya, Pak. Ada kerusakan pada alat yang mau dipakai.”Keenan mengernyitkan kening.“Bukannya yang harus melihat itu perwakilan dari perusahaan Harsa?”“Iya, Pak. Tapi sampai sekarang mereka belum datang. Katanya perwakilannya masih ada urusan di kantor.”Keenan terdiam beberapa saat.“Alat itu akan digunakan untuk proyek kita, kan?”“Iya, Pak.”“Kalau begitu, antarkan saya ke sana.”Pria itu terlihat ragu.“Tapi, Pak Keenan, bukankah Bapak ada jadwal bertemu dengan Bu Naura?”Keenan tersenyum tipis.“Pertemuan itu masih

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   133

    Pagi itu, Naura datang ke kantor lebih awal.Ia baru saja duduk di kursinya ketika sekretarisnya masuk dengan wajah sedikit tegang.“Nona Naura.”“Ya?”“Ada dua orang yang ingin bertemu dengan Anda.”Naura mengangkat wajah.“Siapa?”“Pak Harsa dan Pak Keenan.”Naura langsung terdiam.“Bersamaan?”Sekretarisnya mengangguk.“Iya.”Naura memejamkan mata sebentar.“Suruh mereka masuk.”Beberapa saat kemudian, pintu terbuka.Harsa masuk lebih dahulu.Keenan menyusul di belakangnya.Keduanya kembali saling menatap.Naura menunjuk dua kursi di depannya.“Duduk.”Mereka duduk.“Ada apa?”Harsa membuka sebuah map.“Aku ingin membahas kontrak kerja sama yang kemarin.”Keenan juga meletakkan map di atas meja.“Aku juga.”Naura menghela napas.“Baik. Kita

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   3. Teman

    Naura sudah duduk di sudut kafe dengan secangkir kopi yang sudah lama kehilangan uapnya. Tatapannya kosong, menembus kaca jendela tanpa benar - benar melihat apa pun. Pikirannya berputar pada satu pertanyaan yang sejak tadi tak berhenti menghantuinya. Apa kurangnya aku??? Ia menikah muda atas

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   2.

    Wanita itu sudah menghilang. "Sayang, kamu ke mana saja dari tadi? Aku mencarimu," tanya Farhan sambil mendekat, nadanya terdengar wajar. Naura menatapnya lekat - lekat. Wajah yang ia hafal setiap garisnya. Wajah yang baru saja ia lihat mencium wanita lain. "Aku dari tadi di sini," jawabnya t

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   1 Kehancuran

    Naura telah mempersiapkan malam itu jauh - jauh hari. Perayaan lima tahun pernikahannya dengan Farhan bukan hanya sekedar sebuah acara makan malam biasa ini adalah simbol perjalanan cinta mereka, bukti bahwa badai kecil yang pernah datang tak mampu meruntuhkan rumah tangga yang ia bangun sepenuh ha

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   27

    Naura tanpa sadar terlalu banyak bercerita tentang pernikahannya dengan Farhan. Dari awal mereka menikah muda, lima tahun menjalani rumah tangga bersama, hingga akhirnya Farhan ketahuan berselingkuh dan ia tetap mencoba memberikan kesempatan kedua.“Aku tidak menyangka Farhan sudah menya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status