Rafka menatap gadis itu lekat-lekat, ada sesuatu dalam sorot matanya yang tak bisa dijelaskan. Campuran kebingungan, penasaran, dan sedikit waspada. Tapi Jennifer hanya menatapnya dengan tatapan datar yang dingin. Tidak ada sedikit pun kelembutan di sana. "Jen, kamu banyak berubah," ujar Rafka pelan, suaranya hampir seperti peringatan. Jennifer terkekeh, nada tawanya rendah dan menohok. "Berubah? Oh, baru sadar ya? Aku cuma berhenti pura-pura jadi orang baik." Dia menunduk sedikit, menatap tangan Rafka yang masih mencengkeram pergelangan tangannya. "Sekarang lepaskan tangan aku sebelum aku bikin kamu nyesel pernah menyentuh tanganku, Raf." Nada itu datar, tapi entah kenapa membuat bulu kuduk Sinta meremang. Ada sesuatu dalam suara Jennifer yang dingin, tajam, seperti bilah yang siap menebas siapa pun yang berani menentangnya. Rafka perlahan melepaskan cengkeramannya, tapi matanya masih menatap Jennifer tidak percaya. "Aku nggak tahu kenapa kamu jadi seperti sekarang, tapi ini buka
Read more