"Takut?" Tanya Jennifer.Ravel mengangguk ragu. "Iya. Tetapi dia ada di sini, kok. Itu, sedang mengintip dari bawah pohon dekat lapangan."Jennifer langsung menoleh ke arah yang ditunjuk. Benar saja, dia melihat seorang gadis berkacamata sedang memperhatikan mereka.Kening Jennifer mengernyit samar ketika melihat mata gadis itu melebar saat mengetahui dirinya sedang ditatap. Yang membuat Jennifer tercengang adalah gadis itu langsung berbalik dan kabur begitu saja.Mata Ravel langsung melotot panik melihat adiknya melarikan diri. "Jennifer, maafkan Karina, ya. Dia memang pemalu."Jennifer kembali menoleh kepadanya. "Dia mengira aku setan, ya?" gumamnya pelan, tetapi masih dapat didengar oleh pemuda itu."Eh, bukan begitu, Jennifer. Maksud adikku...""Sudahlah. Nanti aku cari dulu. Kalau masih ada, besok akan kuberikan."Jennifer menyela ucapan Ravel. Pemuda itu langsung terdiam. Sesaat kemudian wajahnya berubah cerah dan matanya berbinar."Kamu serius, Jen?"Jennifer memutar bola mata
Read more