Sinta menoleh pada sahabatnya. "Jennifer, ayo! Kita latihan dulu sebentar sebelum Pak Beni datang," ajak Sinta sambil beranjak dari duduknya.Jennifer mengembuskan napas kasar, lalu bangkit berdiri mengikuti sahabatnya yang sudah lebih dulu pergi ke tengah lapangan. Namun, baru beberapa langkah, dia tanpa sengaja menabrak punggung Rafka yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya. Tubuhnya langsung terpental sedikit ke belakang."Aduh..." Jennifer meringis pelan sambil mengusap hidungnya.Rafka menoleh, menatapnya datar tanpa ekspresi. Tatapan tajam pemuda itu membuat Jennifer refleks menegakkan tubuh."Duh, maaf. Aku nggak sengaja," ucap Jennifer cepat-cepat, buru-buru memberi klarifikasi agar Rafka tidak salah paham.Rafka menyipitkan mata, menatapnya lama. "Padahal aku nggak bilang apa-apa," katanya santai dengan nada suara dingin."Belum," sahut Jennifer cepat sambil melipat tangan di dada. "Kamu belum bilang apa-apa, tetapi aku tahu kamu pasti berpikir aku sedang cari perhatian, kan
Read more