Jennifer tertawa pelan bukan tawa bahagia, melainkan tawa dingin yang sarat ejekan. Sorot matanya menajam, menatap lurus ke arah Mikail tanpa sedikit pun gentar."Aku ulang ya, Pi," ucapnya pelan, namun setiap katanya terasa seperti tamparan. "Papi barusan nyalahin Mami aku yang sudah meninggal?"Ruangan itu mendadak sunyi. Bahkan isak tangis Anna seolah meredup, tergantikan oleh ketegangan yang menyesakkan.Mikail mengeraskan rahangnya. "Jangan memelintir ucapan Papi.""Oh, jadi aku yang salah dengar?" Jennifer mengangguk pelan, seolah memahami sesuatu. "Atau memang Papi nggak pernah merasa bersalah sedikit pun sudah berbicara seperti itu?""Jennifer, jaga bicaramu!" bentak Mikail.Namun kali ini Jennifer tidak menggubris. Tidak ada rasa takut. Tidak ada rasa tersinggung seperti sebelumnya. Yang ada hanyalah tatapan dingin yang perlahan berubah menjadi penuh perlawanan."Aku jaga bicara?" ulangnya lirih. "Lucu banget. Dari tadi Papi yang nyerang aku tanpa bukti, terus sekarang aku ya
最終更新日 : 2026-04-01 続きを読む