Tubuh Rafka langsung menegang, langkahnya terhenti tepat di samping motor. Kedua tangan Anna yang melingkar di pinggangnya terasa begitu erat, seolah gadis itu takut dia akan menghilang jika dilepaskan."Aku suka sama kamu, Kak." Suara Anna terdengar lirih. "Gimana aku harus mengatasi perasaan ini?"Rafka memejamkan mata sejenak, inilah alasan mengapa dia ingin mengakhiri semuanya secepat mungkin. Karena dia sudah melihat tanda-tandanya sejak lama.Perhatian Anna, tatapan Anna, cara gadis itu selalu mencari keberadaannya. Dia tahu, dia hanya berpura-pura tidak tahu. Perlahan Rafka melepaskan kedua tangan Anna dari pinggangnya.Anna langsung menundukkan kepala, air mata kembali mengalir di pipinya."Aku minta maaf." Suara Rafka terdengar pelan.Anna tertawa getir. "Aku nggak butuh permintaan maaf."Rafka terdiam."Aku cuma ingin tahu kenapa." Gadis itu mengangkat kepalanya, matanya merah. "Waktu aku selalu ada buat Kakak, kenapa Kakak nggak pernah melihat aku?"Pertanyaan itu membuat R
Read more