Beranda / Male Adult / Purba Sang Pemuas / Bab 52 Raja Hutan Mengamuk

Share

Bab 52 Raja Hutan Mengamuk

Penulis: Allina
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 22:52:59

Dulu, pria berotot sempurna itu pernah memujanya mati-matian sebelum akhirnya dia campakkan demi pejantan berdompet tebal. Kini, harga dirinya hancur lebur tanpa sisa melihat pria yang sama justru duduk dikelilingi betina-betina kasta atas yang derajatnya jauh melebihi dirinya.

Beralih ke sudut temaram tak jauh dari pilar beton, Clarissa tampak gelisah meremas ujung rok mininya yang terlampau pendek. Mahasiswi sosialita yang baru saja merasakan sensasi dominasi Arya di kantin kampus itu sengaja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Purba Sang Pemuas   Bab 62 Meja Belajar Bergoyang

    Setelah mahasiswi cantik itu masuk ke ruang ganti pakaian, Arya membanting tubuh besarnya ke kursi kayu jati. Pemuda barbar itu meletakkan laptop tersebut di atas meja kerja dan kembali mengintimidasi layarnya dengan geraman rendah.Berada di dalam kamar yang dipenuhi feromon betina subur membuat insting liar sang pria mulai tidak tenang. Darahnya mendidih perlahan menuntut pembuangan energi yang sedari tadi tertahan akibat urusan birokrasi kampus yang membosankan. Sesekali mata tajamnya melirik liar ke arah celah pintu kayu tempat sang betina bersembunyi.Beberapa menit menunggu akhirnya terbayar lunas dengan pemandangan pemancing berahi.Clarissa melangkah keluar dari ruangan tersebut menggunakan gaya melenggak-lenggok yang sangat menggoda iman. Anak pejabat kaya raya itu sengaja hanya mengenakan baju tidur sutra super tipis berwarna merah marun kesukaannya. Kain tembus pandang berbahan minim itu mencetak jelas dua puncak kembarnya yang sama sekali tidak tertutupi lapisan pengaman a

  • Purba Sang Pemuas   Bab 61 Dosen Ngompol Berjamaah

    Sontak saja tawa tertahan di dalam kelas itu terhenti seketika, berganti menjadi keheningan yang luar biasa mencekam."Apakah kau sudi menyumbangkan jarimu untuk kuiris di atas batu ini, Pejantan Cerewet? Darah dari tangan halusmu mungkin cukup untuk membangunkan sihir kerang hitam ini. Jangan menjadi pejantan pengecut yang hanya pandai menggonggong tanpa berani mengotorkan tangan. Berikan jarimu padaku saat ini!"Akibat bentakan tersebut, harga dirinya sebagai tenaga pendidik bergelar master luar negeri hancur lebur dihantam oleh ancaman bar-bar. Wajah tampan Kevin berubah memerah padam menahan rasa malu yang merusak seluruh urat kewarasannya.Menonton langsung perdebatan sengit itu dari depan, Clarissa justru semakin menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Tubuh indahnya gemetar hebat menahan luapan gairah saat melihat ketegasan murni dari sang Kepala Suku. Baginya, ancaman berdarah Arya terdengar bagaikan alunan instrumen paling menggairahkan di dunia.Amarah Kevin akhirnya benar-benar

  • Purba Sang Pemuas   Bab 60 Laptop Lawan Otot

    Di ujung telepon, Viona yang sedang asyik merevisi draf gugatan klien mendadak tersedak ludahnya sendiri. Jantung pengacara cantik itu seketika berdebar gila-gilaan menabrak tulang rusuknya. Melalui pancaran benda tersebut, suara bariton sang penakluk murni itu sukses mendominasi saraf-saraf di gendang telinganya."Gila... lo jangan macem-macem di sana, Arya! Tahan otot lo! Nggak ada ceritanya mahasiswa bunuh orang cuma gara-gara ditatap doang! Kalau lo sampai patahin leher anak orang, gue yang bakal pusing ngurusin hukum pidananya!"Mendengar larangan keras tersebut, Arya mendecak kesal sembari memamerkan taring putihnya."Sistem perburuan kalian sungguh melemahkan insting taring seekor alpha liar. Di zamanku, pejantan yang menatap sembarangan sudah pasti kehilangan bola matanya untuk kujadikan kalung," balas sang Kepala Suku memutus sambungan sepihak, lalu berjalan gontai menuju ruang kelas.Begitu kaki besarnya melangkah masuk melewati celah pintu kayu, suasana ruangan yang tadinya

  • Purba Sang Pemuas   Bab 59 Bos Besar Takluk

    Namun, Arya tidak mengenal kata lembut dalam kamusnya. Ritual kawin purba selalu didasari oleh insting penaklukan. Pria itu melumat bibir Renata secara brutal, merampas seluruh pasokan oksigennya hingga wanita elit itu megap-megap kehabisan napas. Tangan bebas Arya bergerilya ke bawah, merobek celana dalam sutra tipis yang nyatanya sudah basah kuyup oleh hasrat."Sombong sekali mulutmu tadi, padahal sarangmu sudah banjir menanti pusakaku," ejek Arya sembari menyentuhkan miliknya yang keras dan panas tepat ke inti kewanitaan Renata.Merasakan ukuran tak masuk akal yang bersiap menembus pertahanannya, mata Renata membelalak ngeri sekaligus takjub."Tu-tunggu, Arya... ini pertama kalinya buat gue dalam setahun terakhir, pelan—AARRGHH!"Jeritan melengking Renata memecah kesunyian di dalam karavan saat Arya menancapkan kejantanannya dalam satu sodokan dalam yang tak kenal ampun. Tubuh sutradara wanita itu melengkung kaku ke atas. Rasa sakit yang merobek berpadu dengan kenikmatan gila yang

  • Purba Sang Pemuas   Bab 58 Cuma Butuh Pejantan

    Di tengah hiruk-pikuk kru medis yang berlarian mengevakuasi tubuh gemetar Leo, suasana studio raksasa itu terasa sangat mencekam. Bau pesing menyengat yang ditinggalkan sang aktor sombong masih menguar tipis di udara, membuat beberapa orang harus menutup hidung.Namun, di balik kepanikan massal tersebut, ada satu pasang mata yang sama sekali tidak memedulikan nasib malang sang bintang utama.Renata berdiri mematung di samping kursi sutradaranya. Wanita elit yang terkenal sangat kaku, perfeksionis, dan sedingin es itu kini mendadak kehilangan fokus.Matanya tak bisa lepas menatap postur menjulang Arya yang berdiri santai di tengah set. Kemeja pemuda itu sudah robek berantakan, mengekspos otot dada dan perut yang mengilap oleh keringat.Ada aura predator purba yang sangat pekat memancar dari tarikan napas Arya, sebuah dominasi absolut yang baru saja meremukkan ego laki-laki modern berkasta tinggi dalam hitungan detik.Menariknya, pemandangan kebrutalan murni itu justru memicu reaksi bio

  • Purba Sang Pemuas   Bab 57 Artis Top Ngompol

    Di balik gemerlap lampu sorot studio yang menyilaukan mata, sepasang mata menatap penuh kebencian murni.Leo, aktor laga papan atas ibu kota yang sedang naik daun, meremas naskah di tangannya hingga lecek. Wajah tampannya yang biasa digilai jutaan penonton televisi kini berkerut menahan amarah yang mendidih.Alasannya sangat sepele namun fatal bagi ego keartisannya.Sejak pagi tadi, Renata sama sekali tidak memedulikan kehadirannya di lokasi syuting. Perhatian sutradara jenius itu justru tersedot habis pada seorang pemuda asing berbadan raksasa, yang tingkahnya kampungan minta ampun.Melihat Renata berkali-kali memuji otot perut Arya, harga diri Leo sebagai bintang utama merasa diinjak-injak. Aktor tampan bermodal wajah mulus dan stuntman itu mendengus kasar, menolak kalah pamor dari gembel antah-berantah.Berjalan angkuh mendekati kursi istirahat Arya, Leo berkacak pinggang. Aktor itu memamerkan senyum meremehkan."Heh, Gembel Udik. Lo pakai pelet murahan apa sampai Renata mau mungut

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status