Bolehkah ia mengudara untuk mendekati Abimana sekarang? Raniya terpejam mata. “Aku nggak pernah bayangin bakal gini,” katanya jujur. “Emang nyebelin sih, tapi kamu udah mau jujur dan nggak bohongin diri kamu lagi aja udah sangat bagus. Tinggal konsisten!” Gia mengerucutkan bibirnya sambil menunjuk Raniya. “Kalau ada yang mengganjal, ngomong aja! Jadi lebih berani, jangan kebanyakan sembunyi soalnya kamu nggak kurang, Raniya! Kamu punya hak yang sama dan nggak ada yang sesuci itu di dunia ini, apalagi akhir jaman ini. Selagi mau memperbaiki diri, jangan merendahkan diri!” Raniya mengangguk, awalnya memang ingin sekali mengurung diri dan terus menghindari Abimana, tetapi semesta malah membawanya kembali ke kota ini, lalu tanpa sengaja bertemu. Artinya, ia tidak bisa atau perlu menghindar lagi, sebab masih ada yang harus mereka selesaikan, entah berakhir menjadi pasangan lagi atau teman selayaknya keluarga. “Kalau dia masih ngejauh? Kalau dia nggak nerima aku?” Pikiran Raniya kem
Dernière mise à jour : 2026-05-18 Read More