[Kamu baik-baik aja, kan? Bilang saja kalau ada yang sakit, Raniya! Aku seperti yang tadi, akan bertanggung jawab ke kamu.]Ya, Raniya sedang butuh, tetapi tanggung jawab yang tak sama artinya dengan maksud Abimana.“O-oo, iya, hehehe … agak sakit sedikit aja, selebihnya oke kok! Om sibuk nggak?” Raniya meremas lututnya, mengabaikan luka di telapak tangannya itu. “Aku mau ajak ketemuan kalau bisa,” imbuhnya.[Bisa, Raniya. Kapanpun kamu mau ketemu bakal aku usahakan. Bilang aja kamu mau ketemu kapan! Untuk kamu, selalu aku usahakan!]Buaya!Baru saja ingin mencabut julukan brengsek pada Abimana, dibuat kesal lagi. Nada bicara khas Abimana yang mampu membuat para wanita terpikat, kecuali dirinya.“Oke, besok aku kabari lagi ya, Om. Makasi banyak ya!” kata Raniya jauh lebih lega, setidaknya tahap awal mengajak Abimana itu berhasil.[Sama-sama, Raniya. Aku simpan ya nomor barumu, sampai ketemu lagi!]Raniya hanya bergumam sebelum mengakhiri panggilan itu lebih dulu, ia meraba dadanya ya
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-31 Mehr lesen