Abimana tak bisa berpikir sepersekian detik, hanya kelopak matanya yang berkedip-kedip menatap wajah Raniya seolah tanpa beban sama sekali. Pikirnya, ia akan menemukan solusi lain jika membicarakan hal itu bersama Raniya, setidaknya bukan perpisahan yang masih beberapa bulan lagi. Namun, pikiran Raniya cukup jauh dari perkiraannya. “Pernikahan ini udah nggak terlalu dibutuhkan, bukan? Keperluan Om soal keluarga selesai dan aku pun sama meskipun nggak terlalu sempurna, tapi seenggaknya udah. Dilanjutkan pun kita nggak akan tenang setiap harinya, aku juga nggak mau Om terus capek pura-pura buat baik ke aku. Udah … kita bisa selesaikan ini, pada nyatanya kita nggak cocok, begitu, kan?” Raniya bergetar ketika mengatakan itu, dirinya seakan berperang sendiri, tetapi denialnya lebih tinggi. “Soal mama … mama cuman berubah seperti itu karena ada Om, dia akan sama aja, pencapaianku nggak akan ada bedanya dengan aku nggak ngapa-ngapain, bakal selalu kurang. Aku udah gagal jadi anak tunggal y
Dernière mise à jour : 2026-05-10 Read More