"Yang Mulia Kaisar, hamba dengar Tabib Luo kemarin malam terburu-buru pergi ke kediaman Putri Pertama," ucap kasim Chen."Oh...""Lalu apa yang dikatakannya? Apakah putriku baik-baik saja?" sambar Selir Wu."Putri Pertama hanya demam, Selir Agung.""Kakak tenanglah, aku akan pergi menemuinya." bujuk Selir Cui."Tapi...""Pergilah Selir Cui, berikan juga uang tambahan padanya." perintah kaisar."Baiklah Yang Mulia, saya permisi," ucapnya lalu berdiri dan memberi salam.Sementara itu di kamar Lien Hua."Ibu, apa kau tidak punya rencana untuk mengusik sampah itu?""Kau tenang saja Lien'er, nah bawakan kue ini padanya.""Kenapa harus aku?!""Lien'er dengar kue ini sudah ada racunnya, ibu sudah mencampurkannya ke dalam kue ini. Yang perlu kau lakukan adalah memberikan kue ini, apa kau mengerti?""Huh ya baiklah. Jia Li bawa itu.""Baik putri.""Pastikan dia memakannya Lien'er.""Baiklah bu, aku pergi.""Ah tunggu ibu ikut dengan mu."Setelah mengambil kue itu, segera Lien Hua pergi ke Pavil
Last Updated : 2026-04-19 Read more