Share

12

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-04-17 07:45:06
"Mingmei siapkan makanan untuk kita semua, kita akan makan bersama di gazebo setiap hari," ucapnya meninggalkan Anming yang masih terkejut.

"Baik putri."

"Anming ayo aku harus menguji pedang ini."

Anming hanya menganggukkan kepalanya, segera mereka keluar dari ruang tamu. Setelah sampai di halaman mereka mengeluarkan pedang masing-masing dan saling menyerang.

Kehebohan yang dilakukan mereka membuat para pengawal lain menonton aksi mereka. Tak diragukan lagi kekuatan mereka. Mereka juga sudah ta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   121

    “Apakah kakak masih melindunginya?“ tanya Jianying yang membuat Xiuhuan terdiam.“Bagaimanapun dia tetap adik kita, Jianying.”“Sekalipun dia berniat mencelakai adik kandungmu?”Deg…Xiuhuan tidak menjawabnya.“Jianying, kita masih kurang bukti untuk membuat Mayleen menjadi tersangka.”Jianying tertawa keras, ia tidak menyangka kakaknya akan bersikap begini.“Kenapa kau tertawa?”“Kurasa caramu mengeluarkan Lian Wei dari istana bukan untuk berobat, tapi untuk menyingkirkan bukti nyata dan menyelamatkan adik kesayangan mu.”“Jianying jaga bicaramu!”“Aku akan bawakan buktinya padamu.”Jianying pergi meninggalkan Xiuhuan sendiri disana.Blam…Suara pintu tertutup dengan keras, menyisakan lorong gelap dengan sedikit cahaya dari obor yang diletakan di sepanjang tembok penjara.Xiuhuan masih tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Manakah yang harus dia pilih, adik kandung yang menjadi korban atau adik tiri sang pelaku?“Jianying sepertinya kau salah paham denganku.”Sementara itu Lian Wei

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   120

    “Ada apa?” tanya Kaisar.“Perguruan Deng ini sedikit sulit dilacak Yang Mulia. Bahkan Tentara Xiao Xinxin kesulitan melacak jejaknya.”“Apakah Tentara Xiao Xinxin sudah lama mencari mereka?”“Menurut kabar yang beredar setiap kali mereka menjalankan misi, selalu terlambat satu langkah.”Kaisar terdiam.Kemudian ia menyuruh Kasim Chen keluar.Sementara itu Xiuhuan dan Jianying pergi ke penjara bawah tanah. Mereka membuka salah satu ruangan, tempat biasa mereka menginterogasi para penjahat.“Bawa Putri Ketiga kesini,” perintah Xiuhuan.“Baik Putra Mahkota.”Li Mayleen berlutut setelah tiba di hadapan kedua kakaknya.“Kak, tolong aku.”Mayleen berusaha menggapai Xiuhuan.“Mayleen takut disini, tolong bawa aku keluar.”“Kau mau keluar?”Mayleen mengangguk cepat.“Kalau begitu katakan kebenarannya.”Deg…Mayleen terdiam dan tubuhnya bergetar.Ruang interogasi itu sunyi mencekam. Hanya suara rantai dan tetesan air yang terdengar samar di dinding batu lembap.Mayleen duduk berlutut di tengah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   119

    Setelah mengatakan itu ia segera masuk ke dalam kereta kuda dan pergi dari sana. Butuh waktu berhari-hari agar bisa sampai di kekasih Xu. “Semoga tidak ada masalah.”Keesokan paginya suasana di Paviliun Selir Wu begitu kacau. Begitu ia mendengar dari pelayan bahwa putrinya pergi ke Kekaisaran Xu semalam tanpa memberitahunya, kondisi Selir Wu yang terkejut membuatnya begitu marah akan keputusan tiga orang lelaki itu.Kaisar Li, Xiuhuan dan Jianying berada di Paviliun Selir Wu, setelah mendengarnya mengamuk. Selir Wu adalah orang yang lemah lembut hatinya, ia tidak pernah marah sekalipun. Tapi pagi ini dia mengamuk dan ingin menyusul putrinya pergi ke Kekaisaran Xu.“Nyonya tenanglah,” ucap seorang pelayan setia Selir Wu.“Kalian menyuruhku tenang?!”Keributan pagi itu terdengar dari luar paviliun. Kaisar Li beserta anaknya masih berdiri di samping kamarnya, tidak berani masuk kedalam.“Ayah, kemarin ayah bilang ibu pasti akan mengerti keputusan ini,” ucap Jianying memojokkan ayahnya.

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   118

    Brak.... Dengan nafas terengah-engah kedua kakaknya menghampiri adik mereka yang terbaring lemah. Baik Jianying dan Xiuhuan langsung terduduk lemas melihat penampilan adik mereka yang menyeramkan, sudah seperti mayat hidup. “Lian'er,” ucap mereka bersamaan. “Apa yang terjadi ayah?” tanya Xiuhuan. “Racun Embun Merah. Lalu barusan dia muntah darah.”“A-apa?!” ujar mereka terkejut. Pasalnya selama ini tidak ada yang selamat dari racun tersebut. Selain tidak ada penawarnya, penyebaran juga terbilang cukup cepat. “Apa yang harus kita lakukan ayah?” tanya Jianying. “Tabib Luo menyarankan untuk membawanya pergi ke Kekaisaran Xu.”“Apa? Tidak bisa ayah! Lian'er sakit bagaimana jika terjadi hal yang tidak baik padanya nanti?” histeris Jianying. “Itu yang ayah khawatirkan, tapi jika menunggu Tabib Luo pergi lalu kembali lagi, ayah takut itu tidak sempat Jianying.”“Tangannya sangat dingin seperti es.”Kaisar Li terus mengusapnya lembut tangannya, seolah memberikan kehangatan ada Lian We

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   117

    “Li Mayleen, adik kecil yang juga ganas. Kau salah membangunkan singa tidur,” ucap Lian Wei pelan.“Tabib Luo, katakan pada Kaisar bahwa aku mengonsumsi ini dan tunjukkan bukti ini pada Kaisar. Ingat hanya kalian berdua saja yang ada dalam obrolan itu.”“Kau harus menyampaikan ini langsung, katakan padanya akan sulit untuk mencari penawarnya.”“Lalu saya akan pergi membawa anda serta untuk mencari penawarnya?” tanya Tabib Luo yang mengetahui arah pikiran Lian Wei. “Cerdasss!”“Dengan kau membawaku keluar, aku akan pergi ke Kekaisaran Xu dengan mudah. Ini hadiah untukmu,” ucapnya memberikan resep ramuan yang baru dibuatnya, yaitu ramuan yang dapat menghilangkan aroma racun tidak berbau sehingga dapat membuat sifat asli racunnya keluar. Segera Tabib Luo berbinar melihat resep itu, “Putri memang tahu apa yang paling saya butuhkan.”Saat menerima resep itu raut wajah Tabib Luo berubah.“Bagaimana jika itu menipu Kaisar?”“Kau tenang saja, kita memang pergi ke

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   116

    “Putri! Anda dimana?! Apa anda baik-baik saja?!” teriak Tabib Luo setelah tiba di ruang makan. Lian Wei menghampiri Tabib Luo, dengan membawa sampel racun dan resep racun tersebut. “Tabib Luo tenanglah.” Lian Wei berjalan dengan anggun, gerakan mata Lian Wei dapat di pahami oleh Mingmei, segera Mingmei menutup pintunya agar tidak banyak orang yang lihat. Kemudian menghampiri Lian Wei yang duduk di mejanya. “Tabib Luo aku memanggilmu kesini karena hal ini,” ujarnya seraya menyerahkan sampel tersebut. Tabib Luo menerima dan membacanya, seketika matanya membulat, tubuhnya bergetar, keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Tangannya bergetar, itu terlihat dari kertas yang dipegangnya juga ikut bergetar hebat. “Pu-putri ini kan—” Ternyata sedari tadi Lian Wei mencatat semua racun di piringnya, sambil menunggu Tabib Luo datang dan hasil penyelidikannya. Keheningan meliput seluruh ruangan, hingga kedatangan Kaisar memecahkan keheningan tersebut. Kaisar kembali duduk di kursi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status