ログイン“Mingmei, bagaimana kau tahu herbal itu di simpan di sana?”“Ah… itu…” Mingmei tampak berpikir sejenak.“Aku dan Li Xinhua adalah teman masa kecil. Aku sudah sering masuk ke kamarnya dan Li Xinhua juga selalu mengatur kamarnya sama persis seperti di kediaman,” bohong Mingmei yang dipercaya oleh Xie Nian.“Pantas kau terlihat tenang saat pertarungan terakhir Li Xinhua.”“Ya benar. Kau kembali saja, biar aku yang menjaganya.”“Kalau begitu aku kembali dulu,” ucap Xie Nian.Sementara itu Wang Xuemin yang sedang mengganti bajunya karena kotor terkena cipratan darah. Tianzhi masuk ke dalam dan mempersiapkan pakaian gantinya.“Pangeran, pakaian ganti anda.”Wang Xuemin mengulurkan tangannya, Tianzhi membantu memakaikan bajunya.“Apa dia sudah mengatakan dimana tuannya berada?”“Tidak, pangeran.”“Apa? Lalu untuk apa kau kemari Tianzhi? Jika tidak mendapatkan informasi? Bukankah aku sudah mengatakannya cari sampai dapat?”“Dia pingsan pangeran, tapi ada—”“Apa tidak ada hal yang bisa kau lak
Setelah kembali dari pertemuan para tetua, Luoyang berdiri di depan aula segera menemui Adipati Xinxi.“Guru, ada hal yang ingin kutanyakan.”“Katakan.”“Apa guru mengetahui identitas asli Tuan Xinxin? Kenapa aku merasa familiar dengan suaranya?”“Guru juga baru tahu, ada hal yang membuat guru yakin bahwa dia adalah orangnya.”“Siapa dia guru?”“Saat waktunya tiba, kau akan segera tahu.”Setelah mengatakan itu Adipati Xinxi pergi dari sana. Sementara itu, Lian Wei pergi ke kamarnya, ia bingung apakah harus datang untuk mengajari teman dan para seniornya atau tidak.“Apa yang harus ku lakukan?” ucapnya. Lian Wei bersandar pada rak buku, ia sedang memikirkan cara agar tidak ketahuan gurunya. Biar bagaimanapun ini menyangkut dengan harga diri tentaranya. Dia sudah berjanji, jika dia tidak datang akan membuat namanya hancur.Krieettt... “Woah!”Brukk!Lian Wei jatuh ke lantai dingin itu.“Aduh,” Lian Wei mengaduh kesakitan.Sebuah pintu terbuka dengan sendirinya. Tidak lebih tepat, jika
“Yang Mulia, saya sudah mendapatkan orang yang anda cari.”Wang Xuemin meletakkan bukunya dan menatap Tianzhi.“Dimana dia?”“Ruang eksekusi, Yang Mulia.”Wang Xuemin segera berjalan kesana diikuti oleh Tianzhi. Ruangan bawah tanah terlihat sangat lembab. Tidak ada suara lain selain langkah kaki mereka.Lorong hanya diterangi oleh obor yang menyala di sepanjang dinding. Penjaga yang melihat kedatangan mereka segera berdiri dari duduknya.Brak!Pintu terbuka kuat, terlihat orang yang dicari itu terikat di tiang dengan tubuh penuh luka.“Yang Mulia!” seru pengawal yang berjaga di depan ruang eksekusi. Mereka langsung memberi hormat pada Wang Xuemin.Wang Xuemin langsung masuk kedalam ruangan. Orang itu berusaha untuk melihat Wang Xuemin.“Aku tidak perlu banyak bicara padamu. Katakan siapa tuanmu dan dimana dia? Lalu apa rencana kalian?” ucap Wang Xuemin mencengkram rahang pria itu kuat.“Lepaskan! Sampai matipun tidak akan aku katakan!”“Apa yang tertangkap hanya anak buah Dan Rui?”“B
“Anda benar Tuan Xinxin?”“Benar. Jadi katakan apa keperluanmu mencariku?”“Semua murid langsung menghentikan aktivitas mereka.“Aku datang untuk memohon pada anda untuk mengajarkan murid kami ilmu anda tuan.”“Benar tuan,” ucap mereka lalu menyerahkan barang bawaan mereka.Qiu Mengambil barangnya dan membawanya pada Lian Wei.“Adipati sebenarnya aku tidak perlu barang seperti ini. Usaha ku ini sangat banyak. Jadi barang seperti ini sangat banyak di kediamanku.”Deg…Adipati Xinxi langsung berlutut, Lian Wei yang melihat itu terkejut. Ia tidak berani menerima sujud dari orang yang lebih tua.“Jangan berlutut seperti ini adipati.”“Akan ku berikan harta sekte terbaik kami pada anda, jika anda bersedia membantu kami. Saat ini kami sedang dilatih untuk persiapan perang dengan Kekaisaran Song.”“Adipati sebenarnya aku tidak ingin terlibat dengan urusan seperti ini. Aku hanya peduli jika itu adalah usaha yang menguntungkan aku.”Adipati Xinxi menoleh ke atas.“Tuan…” ucap Adipati Xinxi ter
“Maaf, apa anda orang Tentara Xinxin, tuan?” tanya Luoyang sambil memberi hormat.“Ah benar, ada apa anda mencari saya tuan?” sahut orang itu juga memberi hormat padanya.“Begini tuan, kami ingin mengundang pimpinan anda ke Akademi Adipati Xinxi,” ucap Luoyang dengan memberikan surat tersebut. Orang itu mengambilnya dan membacanya isi suratnya.“Akan kami sampaikan surat ini, pada pemimpin kami.”“Benarkah?! Baik terimakasih tuan,” ucapnya dengan membungkukkan badannya. “Kakak, bukankah kita kesini untuk bertemu dengan pemimpin mereka?” Tanya Lian Wei yang membuat Luoyang dengan tujuan utama mereka keluar akademi.“Tuan, tunggu sebentar,” kejar Luoyang.“Ya? Ada apa tuan?”“Sebenarnya kami sudah ada janji kesini untuk bertemu dengan Tuan Xinxin. Kapan kami bisa bertemu dengannya?”Qin pengawal yang datang itu meilirik pada Lian Wei. Sementara Lian Wei hanya mengangguk kecil.“Hari ini tuan sedang ada pekerjaan, sebentar lagi akan datang.”“Begitu ya?”“Hei kau, kenapa tidak menganta
“Li Xinhua, kakak melupakan sesuatu. Kau pergilah dulu, kakak akan menemui guru.”“Baik kak.”Luoyang pergi ke ketempat Adipati Xinxi, ia masuk ke kediamannya.“Guru, mungkinkah adik seperguruan berbohong?”“Tidak, surat ini asli.”“Asli? Bagaimana mungkin?”“Lihat cap ini memang milik Tuan Xinxin,” ucap Adipati Xinxi memberikan surat itu pada Luoyang.Luoyang mengambil dan membacanya, ia juga memastikan keaslian dari cap itu.“Apakah adik seperguruan mengenal Tuan Xinxin?”“Guru juga tidak tahu.”“Atau mungkin dia adalah keponakan dari Tuan Xinxin, mengingat gerakan bertarungnya sama dengan milik Tentara Xinxin?”Deg…Adipati Xinxi langsung memikirkan hal yang sama.Setelah pembicaraan tersebut Adipati Xinxi segera menulis dan mengirimkan surat pada markas Tentara Xinxin, bukan markas besar milik Lian Wei yang biasa ia kunjungi.“Guru masih ingin menghubungi mereka?”“Hanya mencoba peruntungan.”Lama mereka menunggu, hingga seseorang datang menghampiri mereka dengan membawa kembali s
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh







