“Kamu gak apa-apa kan?” tanya Kalid, suaranya melunak, tak lagi sedingin saat menghadapi Kartika dan anak-anaknya tadi. “Ada yang terluka?”Kedua lutut Shanum langsung kehilangan tenaga. Ia nyaris jatuh jika tak cepat bersandar pada dinding. Wajahnya mendongak pelan, menangkap kedua mata Kalid yang begitu khawatir.Belum sempat ia menjawab, tiga petugas keamanan berseragam lengkap tiba di depan unit mereka dengan napas terengah-engah.Komandan sekuriti yang memimpin di depan mendekat, bertanya dengan nada siaga, “Selamat sore, dokter. Mana orang yang harus kami amankan?”Raut wajah Kalid seketika berubah santai, seakan ketegangan beberapa menit lalu tak pernah terjadi. Ia melirik ke arah lorong lift barang tempat Kartika, Putri, dan Mega melarikan diri, menatap sang komandan dengan senyum tipis.“Itu, orang-orang yang berpapasan sama Bapak pas keluar dari lift tadi,” jawab Kalid santai sambil menunjuk arah lorong. “Mereka baru lari pakai lift barang. Tolong pastikan mereka keluar dari
Read more