Ting Tong Ting Tong…“Kayaknya itu Hania,” ujar Prana, suaranya sengaja dikeraskan agar terdengar oleh Shanum yang dia sendiri dimana posisinya, tapi ia tahu Shanum pasti sedang ketakutan di dalam. “Mama duduk dulu di ruang TV, biar aku yang bukain pintu.”“Ya sudah, ayo keluar,” sahut Ralin diikuti langkah kakinya yang perlahan menjauh, keluar dari area kamar utama.Prana memastikan ibunya sudah ke ruang tengah sebelum ia menutup pintu kamar tidur itu rapat-rapat. Bunyi klik menandakan ruangan itu sudah terkunci dari luar. Sambil melintasi koridor pendek menuju pintu depan, ia sempat memejamkan mata sejenak, mengusap dahi, lalu mengatur ekspresi wajahnya agar tampak sedatar mungkin.Begitu pintu utama apartemen dibuka, sosok Hania langsung berdiri di sana. Wajah cantiknya berhias senyum manis, sangat kontras dengan dua paperbag besar yang dibawa di kedua tangannya. Rambut hitamnya yang lurus tergerai rapi."Hai, Mas," sapa Hania ramah.Prana memaksakan segaris senyum tipis di bibirny
Read more