Share

Bab 248

Author: QueenShe
last update publish date: 2026-07-02 13:54:32

“Kenapa gak ada yang menghubungiku?” tanyanya menatap aplikasi pesan berwarna hijau. “Tiara juga gak pernah datang lagi.”

Shanum menatap nama adik kandungnya itu di daftar kontak. Pertemuan terakhir mereka terjadi sebulan lalu, tepat sebelum ia keluar dari rumah sakit. Saat itu, Shanum sendiri yang melarang Tiara datang menemaninya, takut Fadil akan mengendus keberadaannya lewat sang adik. Tapi menghilang tanpa satu pesan pun selama berminggu-minggu jelas bukan tabiat Tiara yang biasanya cerewe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 378

    Prana mengerjap-nerjap beberapa kali, menatap istrinya lekat-lekat dari ujung rambut sampai kaki. Pandangan pria itu turun ke arah perut Shanum yang sudah sangat membuncit, lalu kembali naik menatap manik mata sang istri dengan ekspresi tak percaya.“Kamu... kamu ngapain di sini, Sayang?”Sebagai jawaban, Shanum dengan bangga mengangkat selembar kertas nomor antrean kecil di antara jari-jarinya.“Daftar jadi pasien, Dok.”Prana mengerutkan keningnya semakin dalam, masih mencerna situasi yang sama sekali di luar nalar logikanya. “Pasien? Maksud kamu apa?”“Ya… daftar buat periksa kehamilanlah. Memangnya pasien ngapain lagi ke ruang dokter?” jawab Shanum santai.“Kenapa gak bilang-bilang aku dulu kalau mau ke klinik? Kenapa gak bareng dari rumah?” cecar Prana mulai panik, refleks berdiri dari kursi kerjanya. “Kamu datang ke sini sendirian naik apa? Nyetir sendiri? Perut kamu kan udah sebesar ini!”“Soalnya aku kangen sama suamiku. Jadi aku mau kasih kejutan buat suamiku tersayang,” jawa

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 377

    “Bu Shanum? Lho, kok tumben datang sendiri ke klinik? Dokter Prana kan masih ada jadwal praktik sampai malam.”Mira—suster pribadi Prana di klinik—spontan bangkit dari kursi kerjanya. Keningnya berkerut dalam begitu melihat Shanum berdiri tepat di depannya sambil menenteng sebuah tas bekal berwarna pastel.“Iya, aku tahu, Mbak Mira”“Bawa bekal?” Mata Mira langsung melirik ke arah tas kain yang dibawa Shanum. “Mau nganter makan malam buat Dokter?”“Bukan.”“Mau jemput Dokter Prana pulang?” tanya Mira lagi menduga-duga.Shanum menggelengkan kepalanya pelan.“Terus kalau bukan mau jemput atau nganter makan, ada perlu apa, Bu? Jangan bikin saya penasaran.”Shanum melangkah lebih dekat ke meja resepsionis, kemudian menurunkan volume suaranya hingga nyaris berupa bisikan. “Aku mau daftar jadi pasien.”Mira langsung membeku di tempatnya. Otaknya mendadak macet mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan wanita hamil di hadapannya itu.“Pasien?” ulang Mira dengan mata mengerjap lebar.Shanum

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 376

    “Kita pulang sekarang, Mas,” pinta Shanum dengan suara rendah begitu matanya mengenali rombongan orang yang baru saja melangkah masuk ke dalam restoran.Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, Prana sudah tahu siapa saja orang-orang yang berdiri tak jauh dari meja mereka.Adik-adik kandung mantan suaminya—Gandi dan Topan—datang bersama para istri mereka, Mega dan Putri.Namun, hal yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Alea, wanita yang dulu sempat menjadi salah satu selingkuhan Fadil, kini berdiri tepat di tengah-tengah mereka tanpa rasa bersalah.“Mbak Shanum?” panggil Mega sambil mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi, sengaja mengeraskan suara agar menarik perhatian pengunjung restoran lain.Topan tampak tak peduli, melangkah santai menuju salah satu meja kosong yang berada tak jauh dari posisi Shanum dan Prana duduk sebelumnya.Di sisi lain, Gandi berdiri sambil menatap tajam ke arah perut Shanum yang sudah jelas membuncit di balik balutan pakaian hamilnya. Alea hanya ber

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 375

    “Kenapa harus bohong kalau mau ketemu ibu kamu?”Prana mengajukan pertanyaan itu di sela-sela jam makan malam mereka. Restoran elit yang tadinya terasa tenang mendadak diisi oleh ketegangan kecil di meja sudut ruangan.Shanum menunduk, memainkan jemarinya di atas piring dessert yang sudah kosong.“Maaf, Mas. Tapi aku beneran pengen nyelesaiin ini semua biar baik-baik aja. Aku pengen hubungan keluarga kita berjalan tanpa halangan. Tapi sepertinya urusan sama Ibu memang udah gak bakalan bisa diperbaiki.”Prana menghela napas pelan melihat ekspresi bersalah di wajah istrinya. Pria itu meraih tangan Shanum di atas meja, mengusap punggung tangan itu lembut untuk meredakan ketegangan.“Apa pun yang ibumu lakukan, jangan diambil hati,” ucap Prana lembut. “Kamu fokus aja buat kesehatan kamu dan anak kita.”Shanum mengangguk kecil, merasakan kehangatan menjalar dari genggaman tangan suaminya. “Iya, Mas.”“Sekarang, ada satu hal lagi yang harus kita bahas,” lanjut Prana dengan nada berubah tega

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 374

    Shanum dan Ani duduk saling berhadapan di rumah Bobby. Ani melipat tangan di dada, membuang muka ke arah lain tak menunjukkan sedikit pun kepedulian terhadap putrinya.Sebaliknya, Shanum memilih menegakkan punggungnya, terlalu gengsi untuk membuka suara lebih dulu kepada wanita yang melahirkannya itu.Beberapa menit sebelumnya, Tiara dan Bobby sempat menemani mereka di ruangan yang sama. Namun, Bobby memutuskan mengajak Tiara keluar menuju teras belakang guna memberi ruang privasi bagi Shanum dan Ani.Kebuntuan itu akhirnya pecah saat Ani melirik tajam ke arah putrinya dengan nada bicara ketus.“Kalau gak ada hal penting yang mau kamu sampaikan, lebih baik pulang saja sana.”“Bu...” panggil Shanum tertahan.Ani mendengus sinis. “Masih ingat kamu menganggap aku ibu?”“Sampai mati pun aku tetap anak Ibu,” jawab Shanum tegas tanpa ragu.“Kalau kamu masih menganggap aku ibu, gak bakalan mungkin kamu nekat nikah sama anak Ralin!” sentak Ani, matanya menyalang penuh amarah yang dipendam sej

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 373

    “Kenapa kamu mau menemui aku?” tembak Shanum langsung pada intinya, tidak memberi kesempatan bagi Hania untuk berbasa-basi.Hania tidak langsung menjawab. Wanita itu justru menyandarkan punggungnya ke kursi, mengangkat dagu tinggi-tinggi dengan gestur angkuh, lalu melipat tangan di dada.“Hebat juga keberanian kamu datang sendirian,” sindir Hania tajam.“Aku tanya sekali lagi, ada apa kamu minta ketemuan?” ulang Shanum dengan nada dingin yang sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar. “Langsung saja, aku gak punya banyak waktu. Setelah ini aku ada janji mengantarkan makan malam untuk suamiku.”Shanum sengaja menekankan kata 'suami' di hadapan Hania, berniat mengingatkan batas posisi mereka yang sebenarnya.Mendengar penekanan kata itu, rahang Hania langsung mengeras. Sifat angkuhnya sempat goyah sedetik sebelum ia kembali memasang tampang meremehkan.“Aku tahu semuanya soal Mas Prana,” desis Hania sengit. “Dan asal kamu tahu, pernikahan kalian itu terjadi karena dia cuma mau penasaran

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 4

    Fadil melangkah lebar memasuki klinik baru milik Prana, tangannya mencengkeram pergelangan tangan Shanum, seperti menggiring tawanan menuju ruang interogasi. Shanum hanya bisa menunduk mengikuti langkah Fadil. Jantungnya bertalu hebat saat langkah mereka berhenti di depan pintu kamar yang kini tel

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 3

    “Makan yang banyak, Pran. Anggap saja rumah sendiri,” ujar Fadil akrab, sembari menyuap nasi dengan lahap. “Gimana? Sudah nyaman di atas?” Meja makan malam itu terasa seperti panggung sandiwara yang menyesakkan bagi Shanum. Aroma harum nasi hangat kalah oleh aura dominasi Fadil dan intensitas tata

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 2

    Shanum sudah berganti pakaian dengan daster katun sederhana yang tertutup hingga ke lutut, rambutnya sudah diikat rapi. Ia duduk di sisi sofa, berseberangan dengan Prana yang duduk tenang sambil sesekali melirik padanya. Fadil duduk disebelah Shanum, tampak sangat bersemangat. Kontras dengan dua

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 1

    “Aah… aku udah gak tahan… Aahh Shanum…” Tidak sampai tiga menit, erangan itu adalah tanda berakhirnya segalanya. Tanpa pemanasan, tanpa kecupan, apalagi usaha untuk memuaskan istrinya. “Sudah, Mas?” tanya Shanum getir. Fadil mencapai pelepasannya yang ia butuhkan, menyisakan kekosongan bagi S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status