"Iya, aku sangat serius."Suara Vanya terdengar sangat pelan, namun setiap katanya terdengar begitu tegas dan jelas.Tatapan mata Gilang menggelap. Baru saja dia hendak membuka suara, Ayah Vanya tiba-tiba menyela dengan raut wajah yang dipenuhi senyum menjilat, "Pak Gilang, jangan dengerin omong kosong dia! Anak ini cuma lagi ngambek sebentar, mana mungkin dia tega ninggalin Anda dan Haris?""Dia itu cuma cemburu karena belakangan ini Anda kelihatan dekat sama Joanna. Kalau Anda bujuk dia sedikit, dia bakal luluh, mana mungkin dia benaran mau pergi?"Mendengar hal itu, rasa dingin di mata Gilang sedikit mereda. Tatapannya kembali tertuju pada Vanya. "Ternyata benar, kamu bikin keributan begini cuma gara-gara Joanna."Vanya membuka mulutnya hendak membantah, tetapi Gilang sudah lebih dulu menyela, "Kalau kamu pergi dari sini, kamu itu bukan siapa-siapa. Aku janji, selama kamu bisa jaga sikap dan nggak macam-macam, Joanna nggak akan pernah ganggu posisimu. Harusnya kamu sudah puas dengan
Read more