Short
Kini, Aku Belajar Melepasmu

Kini, Aku Belajar Melepasmu

By:  SuranaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
26Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Anak yang Vanya Baskara besarkan dengan penuh kasih sayang selama enam tahun, justru dengan tangannya sendiri melemparkan Vanya ke dalam kandang penuh anjing Mastiff Tibet yang buas. Setelah satu malam yang mencekam berlalu, Vanya tergeletak sekarat di sudut kandang. Belasan luka bekas gigitan merobek dagingnya, meninggalkan rasa sakit yang luar biasa hingga Vanya hampir tak mampu bernapas. Di luar jeruji, Haris Mahesa berdiri di atas tangga, menatapnya dari ketinggian dengan penuh penghinaan. Sepasang mata hitam yang sangat mirip dengan milik Gilang Mahesa itu, kini hanya menyisakan tatapan dingin dan kebencian yang mendalam.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Sakit?" Suara kekanakannya terdengar begitu tajam, menyimpan kekejaman yang tidak seharusnya dimiliki anak seusianya. "Saat hatimu yang busuk itu membunuh kucing peninggalan ibuku, apa kamu nggak pernah berpikir akan berakhir gini? Jangan harap karena kamu sudah menikah ke sini, kamu bisa menggantikan posisi ibuku. Vanya, setelah aku dewasa nanti, aku pasti akan mengusirmu dari Keluarga Mahesa!"

Tenggorokan Vanya terasa tercekat, suaranya keluar dengan parau dan lemah. "Kucing itu ... mati karena sudah tua, bukan aku yang membunuhnya."

"Bohong!" Haris menendang kandang besi itu dengan keras hingga bergetar hebat. Anjing-anjing di dalamnya terkejut dan makin ganas menerjang ke arah Vanya.

Vanya secara refleks mencoba menyusut ke belakang, tetapi punggungnya membentur jeruji besi yang dingin. Dia benar-benar tidak punya jalan keluar.

Seorang asisten rumah tangga yang tidak tega melihat adegan itu mencoba membujuk, "Tuan Muda, tolong jangan marah. Kami sudah memeriksanya, kucing itu memang sudah tua dan mati secara alami, ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan Nyonya."

"Diam!" Haris menoleh dengan tatapan tajam. "Sekali pun mati karena tua, itu tetap karena dia nggak becus mengurusnya!"

Dia kembali menatap Vanya yang meringkuk di dalam kandang. "Tetap kurung dia di sana. Biarkan dia merenungi kesalahannya baik-baik."

Anjing Mastiff itu terus menggeram rendah sambil mendekat. Vanya memejamkan mata erat-erat, kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan.

Sudah enam tahun.

Akan tetapi, di rumah ini, dia tetaplah bukan siapa-siapa.

Entah berapa lama waktu telah berlalu, suara derap langkah kaki terdengar mendekat dari kejauhan. Sebuah suara berat yang dingin dan menusuk terdengar dari arah pintu.

"Haris, kamu sedang apa?"

Gilang berdiri di ambang pintu, tampak berwibawa dengan setelan jas yang rapi, meski sorot matanya terlihat begitu tajam dan kaku.

Tatapannya menyapu ke arah Vanya yang bersimbah darah di dalam kandang. Pupil matanya sedikit menyusut, lalu dia berkata dengan suara berat, "Keluarkan dia."

Beberapa pengawal segera maju untuk membuka gemboknya.

Seluruh kekuatan Vanya seolah menguap. Saat seseorang membantunya keluar, kedua kakinya lemas dan dia nyaris jatuh berlutut di lantai.

Gilang mengulurkan tangan untuk memapahnya. Namun, tepat di saat jemari pria itu menyentuhnya, Vanya secara refleks menghindar.

Alisnya sedikit berkerut, tatapannya jatuh pada wajah pucat wanita itu. "Luka separah ini, kenapa nggak memanggil orang?"

Vanya menundukkan tatapannya, tidak menjawab.

Apa gunanya meminta bantuan?

Di rumah ini, siapa yang mau mendengarkan suaranya?

Gilang menatap kebisuan Vanya dengan kilatan ketidaksabaran di mata. Dia menoleh ke arah pengurus rumah dan berkata, "Bawa dia ke rumah sakit."

Di rumah sakit, aroma disinfektan terasa begitu menyengat.

Vanya berbaring di ranjang pasien. Mendengar deru kesibukan dokter yang sedang menangani lukanya, ujung jarinya gemetar hebat karena menahan sakit.

Pintu bangsal terbuka, Gilang melangkah masuk.

Jasnya sudah dilepas, dia hanya mengenakan kemeja dengan kerah yang sedikit terbuka, memperlihatkan bekas merah yang ambigu di tulang selangkangnya.

Tatapan Vanya sempat tertegun sejenak, tetapi dia segera memalingkan wajahnya.

Itu adalah bekas ciuman, tanda yang sudah sangat Vanya kenali.

Selama bertahun-tahun ini, Gilang dikelilingi banyak wanita. Masing-masing dari mereka memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakak Vanya yang telah tiada, Laili.

Gilang tak pernah bisa melupakan Laili karena itulah Gilang terus-menerus mencari pengganti. Wanita simpanan terbarunya bernama Joanna, yang wajahnya begitu mirip mendiang kakaknya. Saking miripnya, dalam sebulan Gilang menghabiskan hampir 28 hari untuk tidur di tempat Joanna.

Sedangkan bagi Vanya, sebagai istri sah, dia bahkan tidak dianggap layak untuk sekadar menjadi pengganti.

Vanya hanyalah seorang anak haram dari Keluarga Baskara yang terbuang, yang sejak kecil hidup menderita demi merawat ibunya yang sakit parah.

Laili Baskara adalah kakaknya, tetapi mereka menjalani kehidupan yang bagaikan bumi dan langit.

Laili tumbuh besar dengan penuh kebahagiaan, dicintai oleh sang pewaris kaya Ibukota, Gilang Mahesa, dan dimanjakan layaknya permata yang paling berharga.

Hingga enam tahun yang lalu, Laili meninggal dunia saat berjuang melahirkan, meninggalkan Haris yang baru saja lahir ke dunia.

Keluarga Mahesa membutuhkan seorang wanita untuk merawat bayi Haris. Ayah Vanya yang licik dan tak ingin kehilangan koneksi bagus dengan Gilang, menggunakan biaya pengobatan ibunya sebagai ancaman. Dia memaksa Vanya menandatangani kontrak selama enam tahun, memaksanya menikah dan masuk ke Keluarga Mahesa demi mengurus Gilang dan Haris.

Vanya terpaksa menerimanya.

Selama enam tahun ini, Gilang selalu bersikap dingin pada Vanya, sementara pria itu terus mencari wanita demi wanita di luar sana hanya karena kemiripan mereka dengan kakaknya Vanya, Laili.

Haris pun membencinya, melakukan segala cara untuk mengusirnya dari kediaman Mahesa.

Lebih dari dua ribu hari dan malam telah berlalu, tetapi Vanya tetap tidak pernah berhasil membuat mereka menerimanya.

Lamunannya buyar saat Gilang membuka suara dengan nada datar. "Kucing itu mati dan itu memang karena kelalaianmu dalam mengurusnya. Haris cuma lagi emosi. Jadi, terima saja dulu, bersabarlah sedikit."

"Kondisi ibumu terus menurun setelah keluar dari rumah sakit, bahkan ada tanda-tanda awal demensia. Aku sudah mengatur panti jompo pribadi untuknya sebagai kompensasi atas kejadian ini."

Nada bicaranya begitu tenang, seolah-olah dia sedang membicarakan sebuah transaksi bisnis.

Vanya justru tertawa getir.

Sesaat kemudian, dia mendongak menatap pria itu dengan tatapan yang tak kalah tenang. "Nggak perlu. Dulu, kesepakatan antara kedua keluarga kita adalah aku menikah ke sini untuk merawat Haris selama enam tahun. Sekarang, hanya tersisa setengah bulan lagi. Setelah setengah bulan berlalu, aku akan pergi."

Gilang tertegun sejenak. Alisnya berkerut, matanya menyiratkan ketidaksabaran yang nyata. "Kamu ngambek apa lagi? Aku nggak punya waktu untuk melihatmu bertingkah. Anggap saja aku nggak pernah mendengar kalimatmu barusan. Urusan panti jompo sudah ada yang bereskan, jadi masalah ini selesai."

Setelah mengatakan itu, Gilang melangkah pergi dengan angkuh. Punggungnya terlihat dingin dan tak terjangkau.

Vanya menatap pintu yang tertutup rapat itu, lalu perlahan memejamkan matanya.

Dia tidak sedang mencari perhatian, juga tidak sedang ngambek.

Janji enam tahun adalah enam tahun. Tidak boleh lebih meski hanya satu hari.

Kali ini, dia benar-benar akan pergi.

Juga tidak akan pernah kembali lagi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
26 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status