LOGINAnak yang Vanya Baskara besarkan dengan penuh kasih sayang selama enam tahun, justru dengan tangannya sendiri melemparkan Vanya ke dalam kandang penuh anjing Mastiff Tibet yang buas. Setelah satu malam yang mencekam berlalu, Vanya tergeletak sekarat di sudut kandang. Belasan luka bekas gigitan merobek dagingnya, meninggalkan rasa sakit yang luar biasa hingga Vanya hampir tak mampu bernapas. Di luar jeruji, Haris Mahesa berdiri di atas tangga, menatapnya dari ketinggian dengan penuh penghinaan. Sepasang mata hitam yang sangat mirip dengan milik Gilang Mahesa itu, kini hanya menyisakan tatapan dingin dan kebencian yang mendalam.
View More"Jangan begitu. Sekarang, kamu dan Haris harus segera pergi," tolak Vanya tanpa ragu sedikit pun.Ketika seorang pria mulai merasa penasaran terhadap seorang wanita, itulah awal dari sebuah perasaan.Akan tetapi, Vanya tahu bahwa di dalam hati Gilang akan selalu ada tempat bagi mendiang Laili, posisi yang tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh siapa pun.Orang yang masih hidup tidak akan pernah bisa menang melawan orang yang sudah mati. Vanya sudah membuktikan hal itu sekali dan dia benar-benar lelah. Dia tidak ingin mencobanya lagi.Kondisinya yang sekarang sudah sangat baik. Dia tidak butuh mereka untuk bisa hidup bahagia.Gilang merasa sangat tidak berdaya, dia berkata dengan perlahan, "Vanya, percaya atau nggak, aku sebenarnya mulai menyukaimu. Meski belum bisa menandingi perasaanku pada Laili, tapi berikan aku waktu, aku akan mencintaimu. Cinta ini nggak ada hubungannya dengan Laili. Aku tahu aku harus belajar merelakannya."Mendengar itu, Vanya merasa sangat jijik seolah melihat
"Anak durhaka? Kamu bahkan nggak pantas kusebut sebagai Ayah. Nggak pernah menafkahiku sehari pun, tapi masih berharap aku berbakti padamu?""Selama enam tahun ini, bukannya sudah cukup banyak keuntungan yang kamu peras dari Keluarga Mahesa? Masih belum menyerah juga? Kamu pikir aku akan tetap menurut padamu seperti dulu? Jangan mimpi!"Dulu, dia sudah terlalu lama bersabar dan mengalah saat berada di kediaman Mahesa. Sekarang, dia tidak akan pernah membiarkan dirinya ditindas lagi.Mendengar ucapan itu, wajah ayahnya berubah pucat pasi lalu merah padam. Merasa orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik dan menunjuk-nunjuk ke arahnya, rasa malunya berubah menjadi kemurkaan yang meledak."Vanya, kamu benar-benar sudah berani sekarang! Kalau bukan karena aku, ibumu pasti sudah lama mati karena sakit! Kamu juga nggak akan mungkin bisa masuk ke lingkaran Keluarga Mahesa dan mencicipi hidup mewah sebagai nyonya besar!""Kamu itu berutang pada Keluarga Baskara, berutang pada kakakmu, Laili!
Saat membuka mata, Haris menyadari dirinya berada dalam dekapan yang hangat.Ibunya Vanya, Linda, sedang memeluknya. Melihat Haris sudah siuman, dia dengan telaten menyuapinya bubur, meski nada bicaranya tetap terdengar sangat dingin."Lain kali, jangan pernah lagi gunakan taktik melukai diri sendiri seperti ini. Kalau sekali lagi kamu sengaja membuat dirimu kelaparan sampai pingsan cuma untuk mencari Vanya, aku nggak akan segan-segan menyerahkanmu ke kantor polisi."Haris menelan sesendok bubur, matanya tertunduk lesu. "Maafkan aku ...."Linda langsung memotong permintaan maafnya dengan cepat. "Nggak perlu lagi mengucapkan kata maaf. Luka yang kamu torehkan pada Vanya nggak akan pernah bisa dimaafkan. Kalau bukan karena kamu masih anak-anak, aku pasti akan mempertaruhkan nyawaku sendiri untuk memastikan kamu merasakan setiap penderitaan yang pernah dia rasakan!""Tapi, aku benar-benar tahu aku salah. Aku bisa tinggal di sini untuk menebus dosaku, tolong jangan usir aku, ya?"Air mata
Haris juga menggigit bibirnya dengan raut wajah yang sangat sedih. "Ayah, apa Ibu benar-benar sudah nggak menginginkanku lagi?""Nggak mungkin. Selama kita berusaha keras memohon pengampunannya, suatu hari nanti dia pasti akan melihat ketulusan hati kita."Gilang tidak ingin membuat putranya bersedih dan dirinya sendiri pun belum mau menyerah.Mendengar ucapan itu, suasana hati Haris sedikit membaik. Dia mengangguk mantap. "Aku pasti akan berusaha keras!"Setelah pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka mereka, ayah dan anak itu membeli sebuah rumah di dekat penginapan Vanya dan menetap di sana untuk sementara waktu.Suatu hari, Haris melihat Arum sedang duduk di depan pintu, menikmati masakan buatan Vanya sambil tersenyum lebar hingga matanya menyipit bahagia.Seketika, rasa iri dan cemburu yang amat sangat bergejolak di dalam hati Haris.Dulu, hanya dialah satu-satunya anak yang mendapatkan perawatan istimewa seperti itu dari Vanya.Hanya dia yang boleh memanggil Vanya Ibu.Akan tet


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.