Eca tak langsung bereaksi.Pikirannya seperti tertahan beberapa detik, berusaha mencerna nama yang baru saja disebutkan Ratna.Ia jelas tahu, pria itu memang pernah bermasalah dengannya selama ini. Namun, sejujurnya Eca tak pernah menyangka Juragan Dasim akan bertindak sampai sejauh ini.Baru setelah beberapa saat, Eca menatap warga dengan alis berkerut.“Juragan Dasim?” tanyanya dengan suara yang hampir lirih, tetapi cukup membuat beberapa warga yang tadi masih ribut langsung menoleh ke arahnya.Wanita berambut sedikit ikal itu mengangguk cepat. “Iya, Neng.”“Si Ratna ini yang nyebarin kabar ke kita-kita.”“Katanya dapat info dari Juragan Dasim.”“Iya atuh,” sahut warga lain. “Si Ratna kan kerja di lahannya Juragan Dasim. Jadi pas dia ngomong, kami percaya aja.”“Kami pikir bener.”“Eh, ternyata fitnah.”Eca masih berdiri diam. Matanya menatap lurus ke arah Ratna, seolah mencari sesuatu di wajah wanita itu.Seingatnya, Ihsan pernah mengatakan Ratna adalah seorang janda. Dan, ada sat
Ler mais