Beberapa saat kemudian, mereka sudah tiba di penginapan. Segera saja, Eca bergegas menuju kamar yang ditempati Ainun. Di dalam, gadis itu sedang berbaring sambil memegangi perutnya. Wajahnya masih terlihat pucat. Di sisi kasur, ada Bu Sri, Bu Fatimah, serta beberapa siswi yang menemaninya. “Nah, Bu Ayesha sudah datang,” ujar Bu Fatimah saat melihat Eca masuk. “Iya, Bu,” balasnya, “Tadi teh cari apotek dulu.” Eca meletakkan kantong plastik yang dibawanya di atas meja kecil dekat kasur. Setelah itu, ia mengambil obat maag yang sempat dibelinya dari apotek tak jauh dari hotel tempatnya menginap tadi. “Ini obatnya. Diminum dulu, ya.” Ainun mengangguk patuh. Ia segera menelan obat tersebut dengan beberapa teguk air putih. Beberapa siswi lain masih mengerubungi kasur Ainun sambil sesekali menanyakan keadaannya. Setelah suasana sedikit tenang, sal
Read more