Eca nyaris melongo, seolah isi kepalanya berhenti bekerja setelah mendengar pertanyaan suaminya.Dalam beberapa detik itu, ia sungguh tak bisa mencerna.Masih berarti?Berarti bagaimana maksud Ihsan?Eca sampai memandangi wajah sang suami sepersekian detik, berharap tadi itu ia hanya salah dengar. Namun, sorot mata Ihsan tak berubah sedikit saja.Karena sikap tenang itu membuat dada Eca terasa sesak.Selama ini, ia tak pernah menganggap Fajar lebih dari seorang teman. Itu pun karena pria itu berteman dengan Ihsan.Kalau bukan karena Ihsan berteman dengannya, mungkin ia dan Fajar tak akan pernah saling mengenal.Lantas, mengapa pertanyaan seperti itu bisa keluar dari mulut suaminya?Ia nyaris sulit mempercayainya.“Masih berarti?” Eca mengulang hampir berbisik. Dahinya mengernyit dalam. “Akang ngomong apa barusan?”Ihsan tak segera menjawab.Matanya yang semula menatap Eca kemb
Read more