Ihsan sempat bengong menatap Eca, sebelum pandangannya perlahan turun ke kedua kakinya yang telanjang.Beberapa detik kemudian, barulah sepertinya ia sadar apa yang hilang dari pinggangnya. Ihsan mengangkat wajah lagi sambil terkekeh kecil.Eca sendiri sudah menggigit bibir kuat-kuat, berusaha menahan tawa, meski pada akhirnya tetap meledak.Suaminya itu buru-buru mengambil sarung yang terjatuh, lalu melilitkannya kembali di pinggang.“Gara-gara Neng ngegodain saya tadi, jadi sarungnya lepas,” gerutunya.“Lah, itu sarungnya Akang. Kenapa malah nyalahin aku?” balas Eca tak kalah ketus.Ihsan tak menjawab. Ia hanya berbalik dan menuruni anak tangga dengan langkah tergesa.“Neng, kalau mau ikut, hati-hati turun tangganya!” teriaknya. Suaranya menggema sampai ke lantai dua rumah mereka..“Iya,” jawab Eca sambil tersenyum kecil, lalu menyusul.Sejak kecelakaan kemarin, Ihsan memang jadi semakin cerewet kalau menyangkut keselamatannya.Teriakan warga terdengar semakin jelas ketika Eca akhir
Read more