Rosa yang sejak tadi diam dan menangis juga kaget melihat kegagahan Agus. Kini, terkagum-kagum karena si pelayan desa ini ternyata bukan cuma lihai urusan ranjang, tapi mampu membantu kesulitan finansial."Agusss, untung ada kamu, Gus," rintih Rosa yang terpukul.Nyonya semok ini memeluk pemuda penolongnya, meluapkan tangis kelegaan karena terhindar dari nasib menggelandang di jalanan.Kehangatan tubuh Rosa di balik gaunnya yang tipis menekan dada Agus. Dia membalas pelukan itu."Nyaah, tenang aja. Jangan nangis begini, kasihan dedek utun di dalam perut," hibur Agus sambil mengelus punggung majikannya yang tidak pakai bra ini.Namun, Rosa menggeleng dan tangisannya semakin deras, bikin Agus heran bukan main.“Ini macan ditolongin nangis, enggak ditolongin juga nangis. Bikin puyeng kepala,” batin Agus menahan napas."Aku kaget banget, Gus. Mereka datang pagi-pagi tanpa pemberitahuan. Enggak ada orang juga di rumah, aku panik! Kamu ke mana aja, sih? Bukannya temenin aku di sini. Awas ya
Last Updated : 2026-05-27 Read more