"Non, kok malah bengong lihatin saya? Aneh, ya?" celetuk Agus yang tertawa. "Namanya juga habis jadi tukang dadakan, Non. Maklum kalau awut-awutan begini."Tawa Agus memecah lamunan liar Dina. Mahasiswi itu mengerjapkan mata."Bisa... anterin aku ke atas enggak, Mas?" tanya Dina.Suaranya sangat pelan, tapi bagi pendengaran Agus, Dina sedang mendesah. Efeknya luar biasa, pasokan darah di bawah perut bergejolak, memicu si rudal berkedut-kedut terus.Karena tidak kedengaran, Agus sengaja mendekatkan telinganya di depan wajah Dina. Sampai mahasiswi ranum itu bisa mencium lebih banyak aroma keringat yang sedap dan memikat dari tubuh polosnya."Apa, Non? Anu... enggak kedengeran jelas suaranya tadi," pancing Agus. Dia malah pura-pura budeg demi keuntungan pribadi."Antar ke kamarnya, Mas," bisik Dina lagi.Otak mesum Agus seketika jadi super liar. Si anak pejabat ini malah minta diantar ke kamarnya? Pikiran Agus langsung melompat ke kasur."Waduh, aku yang salah denger atau gimana nih? Ben
Last Updated : 2026-05-31 Read more