"Waduh, Non! Ada orang itu! Awas, Non, buruan minggir!" Agus panik setengah mati.Matanya sampai melotot menatap pintu yang tertutup, tapi rasanya bisa jebol sewaktu-waktu.Dina yang sudah kepalang berahi malah semakin tidak mau melepasnya."Mungkin cuma lewat aja, Mas. Aku janji deh enggak bakal berisik. Percaya, kan, sama aku?""Anu... masalahnya kalau pintunya mendadak terbuka gimana, Non?!" Agus mandi keringat dingin.Belum sempat Dina menjawab, terdengar bunyi klek dan pintu kamar tamu itu langsung terbuka lebar.Secepat kilat, Agus menyembunyikan bodi sintal itu di bawah selimut tebal. Dia juga menumpuknya dengan bantal guling, lalu memosisikan kaki kirinya yang panjang untuk menindih lipatan kain agar tersamarkan.Dina yang kaget hampir saja berteriak. "Ma—"Sekarang giliran Agus yang membekap mulut Dina."Diam, Non! Nyonya Rosa masuk!" bisik Agus.Ternyata yang melangkah masuk memang Rosa. Karena kehamilannya ini, jalannya jadi agak lambat sambil meringis."Say... eh, maksudny
Last Updated : 2026-06-02 Read more