"Ihhh... siapa sih, Gus? Ganggu banget deh, lagi tanggung juga!" Siska menggerutu dan menghentakkan kakinya ke lantai, sampai gunung kembarnya bergoyang-goyang di depan mata Agus.Semakin cepat saja detak jantung Agus, seperti musik disko Tapi dia tetap berusaha menyengir pada Siska. "Enggak tahu, Non. Mungkin Emak saya di kampung kangen pengen denger suara anaknya yang ganteng ini. Bentar ya, Non, saya cek dulu."“Enggak asyik ah. Keburu hilang mood aku tahu,” kata Siska yang wajahnya lebih kecut dari mangga muda.Agus mengambil ponsel dari saku celananya. Begitu diperiksa, nyali Agus mendadak goyang. Ada nama ‘Bu Maya Bininya Pak Bambang’ memanggil berulang kali tanpa jeda. Bahkan beberapa pesan masuk. “ANGKAT, GUS! SEKARANG!”Tiba-tiba, Siska muncul dari belakang, dadanya yang kenyal menekan ke lengan Agus demi mengintip layar ponsel. Tepat saat itu Maya menelepon lagi, tanpa tedeng aling-aling Siska meremas bahu Agus dengan gemas.“Aduh, Non, nanti bahu saya copot kalau diremes
最終更新日 : 2026-04-26 続きを読む