“Anu, Tuan... itu si Sutrisno! Kucing kampung piaraan saya. Lagi birahi dia, Tuan. Maklum, kucing tetangga enggak ada yang mau, jadi dia ngamuk di kolong,” dalih Agus asal sebut.Mendengar dirinya disebut kucing kampung yang ditolak betina, Siska yang emosi langsung menggigit pergelangan kaki Agus sekuat tenaga.“AAAHHH!” jerit Agus kesakitan.“Kenapa lagi kamu? Teriak-teriak enggak jelas!” bentak Hendro.“Aduh...Gusti, dasar kucing birahi emang galak. Tangan saya—eh, kaki saya digigit Sutrisno, Tuan!” ringis Agus yang menahan perih luar biasa.Namun Siska di kolong kasur sudah melotot ingin menelan Agus hidup-hidup.Tuan Hendro menatap Agus dengan tatapan muak sekaligus jijik. "Kamu itu aneh-aneh saja, Agus. Sudah sana, cepat cuci muka! Obati juga itu lukanya, bila perlu buang si Sutrisno itu ke pasar, bikin ganggu kenyamanan saja!""Eh, jangan Tuan! Dia kucing tua, kasihanlah. Lumayan dia bisa bantu habisin s
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-21 Mehr lesen