Pria itu tidak mengenakan kemeja, hanya celana hitam formal. Otot-otot punggungnya yang bidang terlihat menegang hebat di bawah cahaya bulan yang masuk dari jendela."Kemari," geram Joseph. Suaranya terdengar sangat parau dan menderita.Elara bangkit dengan kaki gemetar. Ia mengikuti Joseph masuk ke ruang kerja yang luas itu. Ruangan itu hanya diterangi oleh satu lampu meja yang redup. Joseph duduk di kursi besarnya dan memijat pelipisnya."Duduk di sana," Joseph menunjuk sebuah sofa kecil di sudut ruangan, beberapa meter dari mejanya.Elara duduk dengan kaku. Ia hanya diam, tidak berani bertanya. Joseph menarik napas panjang, menghirup udara di ruangan itu dalam-dalam.Anehnya, begitu Elara duduk di sana, napas Joseph yang tadinya pendek dan berat perlahan mulai teratur. Joseph menyandarkan kepalanya ke belakang dan memejamkan mata."Tetap di sana sampai aku tertidur," perintah Joseph dingin. "Jangan mencoba menyentuh apa pun di meja ini jika kamu masih ingin memiliki tanganmu besok p
Last Updated : 2026-04-03 Read more