"Selama aku berada di Kastil Warcliff, aku ingin pelayan itu melayaniku secara pribadi," ucap Isabella sambil menunjuk Elara dengan dagunya.Elara meremas nampan di tangannya, jantungnya berdegup kencang saat mendengar Isabella mengatakan hal itu.Isabella melangkah mendekat, matanya menatap Elara dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan binar penuh kemenangan. "Yang gagap itu. Aku menyukai cara dia bekerja."Magnus tidak langsung menjawab. Ia mengetukkan jemarinya di atas meja makan, matanya beralih antara Isabella, Elara, dan terakhir pada Joseph."Kurasa kau tidak kekurangan pelayan, Isabella," ujar Magnus dengan nada suara yang datar namun menyelidik.Isabella tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tampak tidak ramah. "Aku hanya ingin yang satu ini. Aku merasa dia punya potensi."Magnus terdiam. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang sedang direncanakan Isabella, namun ia juga penasaran mengapa pelayan ini selalu menjadi pusat perhatian.Di sisi meja lain, Joseph tetap terlihat tenang
Last Updated : 2026-04-08 Read more