Isabella tersenyum lebar, ia merasa rencananya untuk mempermalukan Elara sedang berjalan lancar. Ia tidak tahu bahwa serbuk herbal Albert sedang mengacaukan segalanya di kepala Joseph.Elara menyerahkan serbet itu kepada Isabella dengan tangan gemetar. Ia ingin segera kembali ke barisan pelayan. Namun Robert Valerius justru menahan langkahnya dengan meletakkan tangan di depan tubuh Elara."Tunggu dulu. Aku merasa pernah melihat pelayan ini sebelumnya," ucap Robert dengan nada yang sangat mencurigakan. "Gideon, dari klan mana pelayan ini berasal?"Gideon terdiam sejenak. Ia menatap Elara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Suasana di aula utama mendadak menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara detak jantung Elara yang semakin menggila."Dia hanya pelayan gagap yang dipungut dari pasar budak, Robert," jawab Gideon dengan tenang. "Tidak ada yang istimewa darinya."Isabella tertawa kecil. "Benarkah, Gideon? Tapi aromanya sangat berbeda malam ini. Sepertinya dia sedang mencoba menyem
Last Updated : 2026-04-06 Read more