"Nyonya Boss nggak bisa jalan," kata Dimas sambil berusaha menyusul, sepatu botnya beberapa kali tergelincir di tanah yang gembur. "Reza juga nggak sanggup menggendongnya keluar karena dia sendiri terluka. Jalurnya terlalu curam, dan memindahkannya sekarang bisa memperparah cederanya. Dan..." Dimas terdiam sesaat.Darah Aleksander terasa membeku. "Dan apa?"Dimas hanya ragu sesaat. "Dia kehilangan kesadaran. Reza bilang rasa sakitnya terlalu hebat."Aleksander berhenti. Dunia ikut berhenti bersamanya. Perlahan ia menoleh, menatap Dimas dengan sorot mata setajam bilah pisau yang menempel di leher seseorang. Kegelapan dalam tatapannya begitu mencekam, amarah, ketakutan, dan penderitaan berpadu menjadi sesuatu yang nyaris tak lagi manusiawi."Dia masih bernapas, Boss," Dima
اقرأ المزيد