Suasana di dalam pondok kayu berubah menjadi ladang kecemasan yang mencekam. Angin yang berhembus dari luar celah dinding membawa aroma tanah basah dan desas-desus bahaya yang semakin mendekat. Ganza segera menutup laptopnya, memasukkannya ke dalam tas ransel dengan gerakan yang sangat terlatih, lalu memberi isyarat kepada Ivy Davina untuk mengikutinya menuju pintu belakang bangunan.Ivy memeluk erat bayinya, merasakan degup jantungnya sendiri yang berpacu liar. Tatapannya sempat tertahan pada sosok Viko yang berdiri membeku di dekat pintu depan, memegang sebatang kayu besar yang ia ambil dari dekat tungku. Pria berusia tiga puluh satu tahun itu tidak menoleh sedikit pun, fokusnya sepenuhnya tertuju pada gerak-gerik siluet di balik kabut luar."Jalan, Ivy! Jangan menoleh!" bisik Ganza tegas, menarik pelan lengan wanita itu saat pintu belakang pondok berderit terbuka secara perlahan.Mereka menyelinap keluar, langsung disambut oleh rimbunnya semak belukar dan dinginnya malam yang m
Ler mais