Ouuhh Ivy," desah Viko melemah, tubuhnya bersandar pasrah pada sofa. Viko menatap Ivy yang dengan penuh kepatuhan menelan madunya hingga tetes terakhir tanpa ada yang terbuang. Sudut bibir wanita itu basah, dan dengan penuh kasih, jempol Viko bergerak mengusap bibir mungil wanita itu. Viko tidak ingin permainan intimnya usai di sana. Ia kembali mencium bibir Ivy dengan rakus, sekaligus membopong tubuh mungil Ivy ke dalam kamar tidur utama yang kedap suara. Ia membaringkan Ivy di atas ranjang king size yang empuk, dan meniduri di atas tubuh gadis mungil itu, mengunci Ivy di bawah kungkungan tubuh kekarnya. Viko kembali membenamkan wajahnya, menjilati dan menghisap kuat buah dada Ivy bergantian hingga Ivy memekik sakit dan nikmat. "Aw, Viko ... Sakit..." keluh Ivy saat gigi Viko memberikan gigitan-gigitan kecil yang memicu damba. Namun Viko tidak merespon dengan kata-kata. Bibirnya terus merayap turun ke perut Ivy, memberikan kecupan-kecupan intim hingga akhirnya kepa
Read more