Ruangan bawah tanah itu mendadak terasa terlalu sunyi. Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang bicara. Hanya suara napas Kania yang mulai pendek dan tidak teratur, menggema di antara dinding beton yang lembap. Tangannya masih mencengkeram map hitam itu, namun jemarinya terasa dingin, hampir mati rasa. NAMA SUBJEK : KANIA HARDIANKODE INTERNAL : LUNA-17 Tatapannya terhenti pada angka itu. Tujuh belas. Bukan lima belas, bukan sepuluh. Angka itu seolah menertawakannya. Dan entah kenapa, sesuatu di dalam dirinya berteriak bahwa ada yang salah. "Kania," suara Rivan terdengar pelan di dekatnya. Pria itu tidak menyentuh, tidak pula memaksa. Mungkin karena saat ini, bahkan seorang Rivan Aryawiguna tidak yakin apa yang harus ia lakukan. "Jangan," bisik Kania lirih. "Aku ingin melihatnya sendiri." Tangannya bergerak gemetar membuka halaman berikutnya. Dokumen medis, grafik perkembangan, catatan psikologis, dan foto—lebih banyak
Última atualização : 2026-05-26 Ler mais