Hujan tak kunjung reda, malam di kota Kyoto pun semakin larut, namun tak ada seorang pun yang ada di dalam ruang kerja keluarga Aryawiguna yang memperhatikan berlalunya waktu. Sebab satu nama yang baru saja terungkap telah kembali mengubah segalanya: Rayhan Pratama. Sosok anak panti yang selama ini diyakini telah meninggal dunia. Anak panti yang mayatnya bahkan pernah dilihat langsung oleh mata kepala Rivan sendiri. Namun kenyataannya, orang yang sama kini muncul kembali hidup‑hidup, mengawasi gerak‑gerik mereka, dan menunggu saat yang tepat untuk bertindak. "Kita pastikan sekali lagi," suara Rivan memecah keheningan, nadanya rendah dan dingin. "Kelia." "Sudah kami lakukan, Bos," wanita itu langsung menjawab sigap. "Kami sudah mencocokkan data usia, foto wajah, rekam jejak biometrik lama, hingga rekaman terbaru yang berhasil kami dapatkan. Tingkat kecocokannya mencapai sembilan puluh dua persen." Suasana kembali tenggelam dalam keheningan. Angka sembilan puluh dua persen i
Last Updated : 2026-06-01 Read more