Share

Bab 313

Author: Ratih Larasati
“Kenapa tidak dicari? Apa kamu menyalahkan mereka karena telah membuang kamu?”

Shelly tertegun.

Saat itu juga, lampu di dalam ruangan mendadak menjadi lebih terang.

Seorang terapis kecantikan masuk dari luar.

Agnes pun tersadar. Dia menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis.

“Maaf. Selama bertahun-tahun ini aku mendukung sebuah kegiatan amal bernama ‘Anak Pulang ke Rumah’, yang khusus membantu mencari anak-anak yang hilang atau menjadi korban penculikan. Setiap kali melihat orang tua yang kehil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 738

    Shelly menggeleng pelan. "Aku memang berencana mengalihkan saham itu ke kamu, tapi aku pikir harus menunggu momen yang tepat."Rencananya, saham itu akan melewati tangannya dulu, baru kemudian cari kesempatan untuk diserahkan ke Saryna.Siapa sangka, Jeffry langsung menyuruh Saryna menandatangani dokumen pengalihan saham itu sendiri. Ini justru menghemat satu langkah perantara yang tak perlu."Satu hari lebih lama berarti satu peluang lebih besar untuk meleset."Jeffry menyandarkan tangan di pegangan kereta bayi, lalu mengangkat kelopak matanya menatap Shelly. "Satu panah dua target. Tapi, ada satu hal yang masih kurang sempurna. Kamu mesti meninggalkan Kota Sentara dalam waktu 24 jam."Begitu Johan menyadari bahwa yang menandatangani perjanjian itu adalah Saryna, dia pasti akan langsung mencari Shelly.Meski belum tentu bisa berbuat apa-apa pada Shelly, kedatangannya saja sudah cukup untuk mengacaukan suasana hati Shelly."Meninggalkan Kota Sentara?" Suara Saryna tanpa sadar meninggi.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 737

    "Pak Johan, tehnya enak, bukan?" tanya Bibi Sari ramah."Memang.""Ini teh kesukaan Tuan Muda. Kalau Anda suka, nanti biar saya bungkus sedikit untuk Anda bawa pulang."Suara percakapan Bibi Sari dengan Johan mengalir dari ruang tamu.Shelly menekan rasa heran atas tingkah aneh Jeffry tadi, lalu menerima pena dari Kak Ratih dan menandatangani dokumen itu dengan cepat dan rapi.Setelah itu, Kak Ratih membawa perjanjian tersebut ke hadapan Johan."Sudah ditandatangani?" Nada Johan terdengar terkejut, disusul suara lembaran kertas yang dibolak-balik."Kalau Pak Johan sudah mendapatkan apa yang diinginkan, sebaiknya segera pamit. Sebentar lagi Tuan Muda dan Nyonya Muda masih ada urusan lain."Bibi Sari menjatuhkan kalimat pengusir itu dengan santai, seolah bukan orang yang sama yang baru saja mengobrol hangat dengan Johan beberapa menit lalu.Johan memeriksa dokumen itu berulang kali, memastikan Shelly benar-benar sudah menandatanganinya.Dia mencoba melirik ke arah ruang makan, tapi panda

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 736

    Seberkas cahaya matahari melompat melewati garis cakrawala, menerobos masuk ke kamar tidur, menyinari tiga sosok yang terlelap di sana.Pukul sembilan pagi, pintu kamar diketuk.Suara Bibi Sari menembus pintu. "Tuan Muda, Nyonya Muda."Shelly langsung membuka matanya. Baru sadar ternyata sudah pukul sembilan.Jery masih tidur. Lelaki yang entah sejak kapan ada di sisi seberang itu pun masih terlelap.Shelly turun dari ranjang dan membuka pintu. "Mereka belum bangun. Ada apa?""Keluarga Gunawan datang. Mereka mau menemui Anda." Bibi Sari menunjuk ke arah bawah.Keluarga Gunawan datang lebih cepat dari yang diperkirakan Shelly."Suruh mereka tunggu." Suara Jeffry terdengar sedikit serak, berat, khas orang yang baru setengah terjaga.Shelly menoleh. Jeffry sudah duduk tegak di atas ranjang dengan kemalasan dan keseksian yang begitu alami di wajahnya."Baik." Bibi Sari berbalik dan turun untuk menemani tamu.Setengah jam kemudian, Shelly dan Jeffry masing-masing sudah selesai cuci muka dan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 735

    "Nggak usah nunggu aku."Jeffry melihat mereka semua menoleh ke arahnya, mengira sedang menungguinya untuk makan malam.Dia melangkah mendekat sambil menggenggam ponsel, dan saat melihat Shelly menggendong Jery, ekspresinya yang biasanya keras itu tampak melunak sedikit."Aku mau telepon beberapa orang dulu. Kamu makan duluan aja."Shelly menggeleng tanpa sadar. "Aku tunggu kamu."Jeffry membungkuk, mengulurkan tangan dan mengusap lembut rambut hitam panjang Shelly. "Ya sudah, makan dulu."Ujung jarinya menyusuri sela-sela rambut itu, menyelipkan helai-helainya ke belakang telinga Shelly. Dia lalu melirik ke arah Bibi Sari. "Tolong siapkan meja makannya."Bibi Sari mengangguk cepat sambil berkata, "Baik," lalu menarik Kak Ratih ke dapur untuk menghidangkan makan malam.Kehangatan ujung jari Jeffry masih terasa samar di sisi telinga Shelly.Dia pura-pura menunduk menatap Jery, mencoba menghindari "pelukan" yang tanpa sadar diciptakan Jeffry saat dia membungkuk ke arahnya, satu tangan be

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 734

    Nana jatuh ke tangan Johan, itu sudah cukup membuktikan bahwa Rendy memang bukan tandingan Johan.Shelly nggak bisa tenang.Jeffry mengangguk pelan. "Oke, aku suruh Maxwell tetap di sana. Besok ikuti arahanku.""Baik."Hati Shelly campur aduk. Tanpa sadar, dia melirik Jeffry sekali lagi.Keluarga Gunawan bikin kepalanya pening.Jeffry bikin hatinya kacau balau.Rasa lelah tiba-tiba menyerbu. Shelly membuang semua pikiran itu jauh-jauh, yang ada di kepalanya sekarang hanya Jery. Hidup sederhana yang jadi impian orang kebanyakan, tapi di tangannya malah jadi sesuatu yang begitu sulit diraih.Royal Haven Residence.Begitu mobil berhenti, Shelly langsung mendorong pintu dan turun. Gerakannya begitu cepat sampai Jeffry hampir nggak sempat bereaksi, yang tertangkap matanya hanya bayangan punggung Shelly yang sudah lenyap ke dalam vila.Jeffry melepas sabuk pengaman, meraih ponsel dari konsol tengah, lalu menekan sebuah nomor."Besok, kamu ke rumah Keluarga Gunawan."Dari ujung telepon, suara

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 733

    Johan memaksakan senyum, pipinya hampir menempel di kaca jendela mobil, seolah masih ada yang ingin dia katakan.Jeffry menginjak gas. Bodi mobil nyaris menyerempet tubuh Johan saat melaju pergi.Johan terhuyung mundur, wajahnya pucat seperti abu. Matanya mengikuti kepergian mereka, dan firasat buruk merayap naik dari dalam dadanya."Kamu biarkan mereka pergi begitu saja?" Agnes melangkah maju, hendak memapah suaminya."Lalu mau apa?" Johan menstabilkan tubuhnya, lalu menepis tangan Agnes. "Jeffry sungguh-sungguh begitu membela dia! Apa yang harus aku lakukan, menyentuh Jeffry?"Kalau hari ini sehelai rambut Jeffry jatuh di rumah ini, seluruh aset Keluarga Gunawan pun tidak akan cukup untuk menebus konsekuensinya."Sekarang kita hanya bisa berharap Jeffry menepati kata-katanya dan nggak mengincar harta Keluarga Gunawan."Agnes berkata demikian, lalu nada suaranya mengeras sedikit, lebih yakin. "Dia seharusnya nggak akan melirik harta kita. Grup Dominion semuanya milik dia."Johan melot

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status