Bab 60. TAKZIAH Ekspresi wajah Angelina Widodo tampak menjadi jelek, melihat sikap Dewa yang masih saja bersikap santai. “Paman dan bibimu terkena serangan jantung dan mereka berempat meninggal dunia.” “Terus, kalau mereka mati apa urusannya dengan kita?” “Dewa, jaga kata-katamu! Dimana rasa empati dan rasa hormatmu kepada paman bibi adik dari ayahmu?” Ekspresi wajah Angelina semakin buruk, begitu mendengar jawaban Dewa yang terlalu cuek dengan berita duka ini. Demikian juga dengan Darius Atmaja serta Bambang Atmaja, mereka juga menatap dengan ekspresi tidak percaya melihat sikap Dewa. “Dewa, bagaimanapun juga mereka adalah pamanmu. Cepat kamu bersiap, kita sekeluarga akan takziah ke rumah paman dan bibimu,” dengan nada sabar, Bambang Atmaja meredakan emosi antara anak dan ibu di depannya. “Untuk apa saya ikut takziah, biarkan saja mereka mati. Bukankah selama hidupnya, mereka selalu mengganggu Romo dan Bunda?” Seakan tidak peduli dengan naseha
더 보기