Bab 61.HUTAN SANGGABUANA Dengan mata yang dipenuhi dengan embun, Bambang Atmaja mengiringi kepergian jasad anak kedua dan menantunya hingga ke pemakaman akhir. Demikian juga dengan Darius Atmaja, meskipun semasa hidupnya dia selalu dijahati adik-adiknya, sepasang matanya juga ikut memerah menahan kesedihan. Masa-masa indah saat mereka masih kecil, kembali terbayang di ingatan nya. Masa kecil yang indah dan gelak tawa, tanpa ada rasa iri serta cemburu dan keserakahan akan harta. Hanya Dewa yang berdiri diam tanpa ekspresi, seakan yang dikubur bukan keluarganya, akan tetapi hanya binatang atau anjing yang mati ketabrak mobil. Usai acara pemberian doa, setelah kedua jasad dikubur, Bambang berpamitan dengan keluarga besan dan kedua cucunya untuk pergi ke rumah Joko Atmaja. “Pak Besan, mohon maaf, kami terpaksa meninggalkan kalian. Saya titip kedua cucu dalam perawatan kalian.” “Baik, saya akan menjaga kedua cucu dengan baik. Tolong sampaikan ucapan be
더 보기