Keheningan di paviliun itu terasa begitu mencekam, seolah waktu berhenti berputar tepat saat mata pisau perak itu mulai menggores kulit leher Jangsam. Setetes darah merah segar merembes keluar, kontras dengan kulit leher yang tegang. Di dalam benak Ungal Yeo, terjadi badai hebat yang meruntuhkan seluruh fondasi logika dan moralitasnya sebagai seorang ibu dan istri pemimpin klan."Tidak..." gumamnya, mencoba mencari pegangan pada sosok suaminya, Dang Jin Cheol. Ia teringat janji-janji manis pria itu puluhan tahun lalu—janji tanggung jawab, kasih sayang, dan kehangatan yang akan melindunginya seumur hidup.Namun, ingatan itu segera membusuk. Ungal Yeo menggeram, jemarinya mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih. "Dia bahkan tidak pernah menoleh padaku lagi..." batinnya pahit. Bayangan suaminya yang dingin, yang menatapnya penuh kecurigaan sejak insiden "Pria Macan Tutul" masa lalu, kini justru membakar kemarahannya. Bertahun-tahun ia hidup dalam penjara kemewahan yang sepi, haus akan
Last Updated : 2026-05-11 Read more