Ujung pedang itu bergetar di tangan Ungal Yeo, namun ia tetap mengacungkannya dengan tegas. Tatapannya tajam, dipenuhi kabut kebencian dan ketakutan yang mendalam."Apa yang terjadi dengan suamiku dan putraku, Segi?!" tuntutnya dengan suara yang pecah oleh emosi.Jangsam tidak menghindar. Ia membiarkan hawa dingin logam itu menyentuh kulit lehernya, matanya menatap langsung ke dalam mata Ungal Yeo dengan kejujuran yang tak tergoyahkan. "Madam, tenanglah... dengarkan aku baik-baik...""Tak usah banyak bicara lagi! Cepat jawab!" seru Ungal Yeo, amarahnya meluap seiring dengan tetesan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya."Dang Segi... dia baik-baik saja. Saat ini dia berada di tempat yang aman, jauh dari jangkauan Sekte Iblis," Jangsam memulai penjelasannya dengan nada rendah. Ia berhenti sejenak, mengambil napas berat sebelum melanjutkan bagian yang paling menyakitkan. "Sedangkan untuk Raja Racun, Dang
Read more