Seperti sifat rasnya, sang gadis monster laba-laba memiliki anatomi yang berbeda dari manusia biasa. Saat Jangsam menghunjamkan seluruh tongkat alinya, memaksa masuk hingga ke liang tenggorokan terdalam, gadis itu sama sekali tidak tersedak. Tidak ada tanda-tanda penolakan; baginya, hal ini terasa wajar dan alami, layaknya makanan lezat yang siap disantap."Apa... boleh aku menikmatinya?" tanya gadis itu dengan suara parau namun sopan, tatapannya memelas penuh harap."Iya, benar. Tentu saja boleh!" sahut Jangsam, memberikan izin dengan nada meremehkan.Detik berikutnya, sopan santun gadis itu lenyap tak berbekas, digantikan oleh insting binatang yang murni dan liar. Ia mulai melahap pusaka Jangsam dengan kerakusan yang mengerikan. Tatapannya menjadi gila, seolah-olah ia telah menemukan mata air energi surgawi yang sudah ribuan tahun ia dambakan.Gadis itu bertingkah kesetanan. Ia tidak lagi sekadar mengulum, melainkan melahap habis setiap jengkalnya, memompanya dengan gerakan kepala y
最終更新日 : 2026-05-18 続きを読む