“Rin, gak bisa. Aku baru aja dekat dia, dia kayak jijik gitu lihat aku Rin,” ucap Silvi setelah dr. Diego pulang. Karin merajuk. Kenapa pula Silvi jahat sekali dengannya. Mengajak orang kenalan tapi pakai fotonya. Jangan-jangan mengusir tikus di rumah juga pakai fotonya. “Aku bingung,” jawab Karin sambil memeluk bantalan karet di perutnya, meskipun nyerinya sudah reda tapi masih tidak nyaman karena darahnya begitu banyak, berapa kali Karin harus ganti pembalut, untung Silvi yang membantunya. “Bingung kenapa? Masalah dr. Diego?” Karin mengangguk, kalau Dimas tahu Karin punya seseorang yang menyukainya. Bagaimana? Kalau Arlan tahu sahabatnya ternyata suka dengan wajah Karin. Apa jadinya? “Rin, kamu udah balas pesan dari Mami kamu?” tanya Silvi. Karin menggeleng, tidak penting! Orang tuanya hanya sekedar formalitas saja bertanya, bukan untuk memperhatikan perkembangannya. “Mami tadi telepon aku juga, dia minta tolong jagain kamu, besok siang udah sampai di Jakarta lagi, Mami lagi
閱讀更多